Hatta: Saham KS Melonjak karena Mekanisme Pasar

Hatta: Saham KS Melonjak karena Mekanisme Pasar

- detikFinance
Rabu, 10 Nov 2010 12:42 WIB
Jakarta - Lonjakan saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) yang hampir mencapai 50% di awal perdagangan perdananya dianggap merupakan cerminan dari mekanisme pasar. Pemerintah berharap tak ada aksi 'goreng-menggoreng' saham KS.

Demikian disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (10/11/2010).
Β 
"Kalau soal saham, misalnya sekarang 10 lalu menjadi delta X itu masalah mekanisme pasar," kata Hatta

Hatta menggarisbawahi agar harga saham jangan sampai ada praktik goreng-menggoreng yang hanya menguntungkan segelintir orang saja. "Ini sudah menjadi wilayah Bappepam," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai masih adanya keraguan terhadap proses penetapan harga saham KS, menurut Hatta hal semacam ini harus dijelaskan terang benderang. Menteri BUMN Mustafa Abubakar sendiri, lanjut Hatta, sudah menjelaskan masalah ini kepada publik.

"Supaya tak ada fitnah," katanya.

Selain itu kata dia, hasil tim pengawas independen sudah menyimpulkan pelepasan saham perdana tak ada masalah dan terus dilanjutkan. Sehingga semua pihak harus mempercayainya.

Seperti diketahui harga saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) pada pencatatan saham perdana (IPO) hari ini langsung naik hingga sempat menyentuh level Rp 1.250 per lembar saham, naik 47,05%.

Pada awal pembukaan perdagangan saham pukul 09.30 JATS hari ini, meningkat Rp 950 dari penetapan harga sebelumnya, yakni Rp 850 per lembar. Hingga pukul 9.48 waktu JATS, saham emiten pelat merah ini bergerak di kisaran Rp 1.180 per lembar saham

Perseroan berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Total dana yang akan diperoleh perseroan melalui IPO ini sebesar Rp 2,681 triliun. Seluruh dana IPO akan digunakan untuk ekspansi perseroan.

Sebagai penjamin emisi, KRAS menunjuk PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities dan PT Mandiri Sekuritas. Sebagai agen penjual asing, perseroan menunjuk Credit Suisse dan Deutsche. KRAS menjadi tamu ke-16 Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010.

(hen/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads