Adhi Karya Siapkan Rp 2,7 Triliun untuk Garap 5 Ruas Tol di Jawa

Adhi Karya Siapkan Rp 2,7 Triliun untuk Garap 5 Ruas Tol di Jawa

- detikFinance
Rabu, 10 Nov 2010 16:26 WIB
Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menyiapkan dana sekitar Rp 2,7 triliun untuk menggarap proyek 5 ruas jalan tol di Jawa. Selain itu ADHI akan membangun proyek PLN 10.000 MW senilai Rp 1,6 triliun. Seluruh proyek tersebut akan mulai digarap pada triwulan IV-2010.

Demikian disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan ADHI Kurnadi Gularso dalam konferensi persnya disela acara Investor Summit and Capital Market 2010 di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (10/11/2010).

"Tahun ini kita menargetkan kontrak baru sebesar Rp 9,8 triliun dimana sampai Oktober 2010 itu sudah sekitar Rp 4 triliun. Nah, kedepan ini sisanya ada ruas jalan tol yang nilainya mencapai Rp 2,75 triliun dan proyek 10 Megawatt dengan nilai Rp 1,6 triliun," ujar Kunardi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kunardi mengatakan, proyek jalan tol ini adalah proyek dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Dimana BPJT akan membangun 22 ruas jalan tol.

"Nah, ADHI itu masuk ke 2 ruas jalan tol dari BPJT ini senilai Rp 2 triliun. Namun daerahnya belum bisa di-disclose karena masih tender. Sisanya ada 3 ruas diluar BPJT yang ada didalam kota nilainya Rp 750 miliar jadi total untuk jalan tol sebesar Rp 2,75 triliun," paparnya.

Untuk laba bersih tahun 2010 ini, ADHI menargetkan sebesar Rp 185 miliar. Hingga September 2010, ADHI sudah berhasil meraup laba sebesar Rp 143 miliar. "Kami optimistis laba dapat sesuai target," katanya.

Perseroan juga menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp 6,07 triliun dimana sampai September 2010 sudah mencapai Rp 3,07 triliun. Kedepan, di 2011 untuk mengembangkan ekspansinya perseoran menganggarkan untuk belanja modal (capex) sebesar Rp 73 miliar.

"Capex 2010 sebesar Rp 10 miliar nah di 2011 akan lebih besar sebesar Rp 73 miliar," katanya.

Spin Off Unit Usaha Aspal Matang

Pada tahun 2011, Kunardi mengatakan ADHI akan segera merealisasikan untuk melakukan pemisahan (spin off) divisi khusus yang bergerak di bidang produksi aspal matang yakni ADHI Asphalt Mixing Plant (AMP).

"AMP terus berkembang dan sejak 2009 kita telah memiliki 11 AMP di seluruh Indonesia. Kontribusi AMP terhadap laba itu mencapai 10% oleh karena itu di 2011 akan dilakukan spin off," tuturnya.

Lebih lanjut Kurnadi mengatakan, sebelum dilakukannnya spin off lebih dahulu manajemen akan ditingkatkan produktifitasnya. Sehingga, lanjut Kunardi setelah di-spin off nantinya maka perusahaan tersebut akan berkembang lebih pesat.

(dru/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads