Direktur Operasi JSMR, Adityawarman menjelaskan, peningkatkan realisasi volume kendaraan ini dipicu oleh kenaikan traffic hampir di seluruh ruas tol milik JSMR. Rata-rata kenaikan sebesar 3-4%.
"Targetnya 920 juta, tapi bisa mencapai 950 juta. Ada kenaikan misal di ruas Cikampek, JORR dan semuanya. Peningkatan kecil sekitar 4%," ungkap Adit saat berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Rabu (10/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain terjadi peningkatan di 13 ruas lama, angka volume kendaraan juga dimaksimalkan dari pengoperasian dua ruas tol baru, yakni Surabaya-Mojokerto seksi I dan Semarang-Solo, seksi I.
Di sisi lain, Reynaldi mengatakan perseroan siap menganggarkan belanja modal (capex) sekitar Rp 2-3 triliun. Dana ini dialokasi untuk pembangunan konstruksi 7 ruas tol baru yang sedang dikembangkan perseroan.
"Tentu untuk ruas-ruas baru karena tahun 2011 aktivitas konstruksi kita sudah mulai tinggi, dan puncaknya terjadi pada 2014, dengan panjang 200 km," paparnya.
Perseroan juga menyampaikan, mulai triwulan III tahun depan kembali menaikkan tarif tol di 11 ruas. Kenaikan, kabarnya, berada di kisaran 10-11%.
"(Kenaikan) ini memang sesuatu yang berkala. Jika tahun genap kita ada dua ruas yang meningkat, maka di tahun ganjil ada 11 ruas, kecuali Jakarta-Cikampek dan tol Sedyatmo. Kenaikannya mengikuti kenaikan inflasi tahun depan, kita masih tunggu," imbuh Reynaldi.
(wep/dnl)











































