Ketua Bapepam Menduga Asing Lepas Saham KS Karena Ada 'Keributan'

Ketua Bapepam Menduga Asing Lepas Saham KS Karena Ada 'Keributan'

- detikFinance
Kamis, 11 Nov 2010 10:08 WIB
Ketua Bapepam Menduga Asing Lepas Saham KS Karena Ada Keributan
Jakarta - Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK)Β  Fuad Rahmany menduga penjualan yang dilakukan oleh investor terhadap saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) erat kaitannya dengan 'ribut-ribut' dari sekelompok orang dengan melakukan gugatan hukum perdata ke Pengadilan.

"Bisa saja karena kemarin sempat diributkan, jadi asing takut pegang saham. Itu murni mekanisme pasar," ujar Fuad Rahmany saat berbincang kepada detikFinance di Hotel Ritz Calton, SCBD Jakarta, Kamis (11/11/2010).

Ia menambahkan, hambatan-hambatan atas IPO suatu emiten khususnya BUMN, tentu tidak mendukung perkembagan pasar modal. Pasalnya, asing akan menilai berinvestasi melalui pasar modal di Indonesia, sangatlah sulit. Bisa-bisa, tegas Fuad, pencatatan saham perdana (IPO) suatu perusahaan justru dilakukan di Singapura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan adanya gugatan perdata ini, Fuad pun mengkhawatirkan kelangsungan right issue PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), akan terganggu. Pasalnya, investor asing akan menilai negatif.

"Ini akan menganggu right issue BNI yang akan dilaksanakan sebentar lagi, (bank) Mandiri juga," ucapnya.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin seperti dikutip detikFinance, saham KRAS langsung melesat hingga menyentuh batas atas auto rejection sebesar Rp 420 (49,41%) ke level Rp 1.270 per saham. Saham Krakatau Steel (KRAS) ditutup naik Rp 420 ke Rp 1.270. Pagi ini saham KRAS tercatat masih naik Rp 60 (4,72%) menjadi Rp 1.330.

Namun, investor asing ternyata langsung menjual 316.129.500 saham dengan total nilai Rp 378,693 miliar. Jumlah saham yang dilepas asing hari ini setara dengan 2% dari total saham KRAS. Setelah aksi jual massif ini, kepemilikan asing tersisa 788.120.500 saham atau setara dengan 5% dari total saham KRAS.

Broker yang tercatat menjual saham KRAS paling banyak adalah PT Credit Suisse Securities Indonesia (CS) sebanyak 273.700 lot, PT Bahana Securities (DX) 130.272 lot dan PT JP Morgan Securities Indonesia (BK) 116.960 lot.

Broker yang tercatat membeli saham KRAS terbanyak adalah PT eTrading Securities (YP) 154.248 lot, PT Valbury Asia Securities (CP) 149.212 lot dan PT Philips Securities (KK) 135.414 lot.

Bahkan Ekonom Drajad Wibowo mengatakan negara dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) 'dirampok' hingga Rp 1,2 triliun oleh investor asing saat penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) perseroan hari ini.

"Pergerakan harga saham KS menunjukkan perampokan sistematis melalui pasar modal terhadap BUMN tersebut (Krakatau Steel)," imbuhnya. (wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads