Bapepam Khawatir 'Ribut-ribut' KS Ganggu Rights Issue BNI dan Mandiri

Bapepam Khawatir 'Ribut-ribut' KS Ganggu Rights Issue BNI dan Mandiri

- detikFinance
Kamis, 11 Nov 2010 10:27 WIB
Bapepam Khawatir Ribut-ribut KS Ganggu Rights Issue BNI dan Mandiri
Jakarta - Pencatatan saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) masih menyisakan 'keributan'. Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) khawatir 'keributan' itu bisa mengganggu proses pelepasan saham baru atau rights issue BNI dan Bank Mandiri yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Hal ini dikarenakan 'keributan' atas IPO KS bisa menimbulkan persepsi negatif terutama dari investor asing. Sebagai catatan, asing telah menjual 316.129.500 saham KS dengan total nilai Rp 378,693 miliar setelah saham BUMN baja itu melejit hingga hampir 50% pada listing perdananya di BEI.

"Ini akan menganggu right issue BNI yang akan dilaksanakan sebentar lagi, (bank) Mandiri juga," ucapnya saat berbincang kepada detikFinance di Hotel Ritz Calton, SCBD Jakarta, Kamis (11/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan melepaskan 3.374.716.060 saham baru dengan nilai nominal Rp 375 per saham. Total dana yang akan diperoleh  berkisar antara Rp 7,761 triliun hingga Rp 12,486 triliun.

BNI memasang harga saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue sebesar Rp 2.300-3.700 per saham, diskon 7,5-42,5% dari harga di pasar reguler saat ini Rp 4.000 per saham.

Dananya akan digunakan untuk penyaluran kredit korporasi, UKM dan konsumsi sebesar 80%, kemudian untuk pengembangan infrastruktur teknologi 15%, sedangkan sisanya sebesar 5% untuk pengembangan anak usaha. Setiap pemegang 500.000 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham 8 Desember 2010 berhak mengeksekusi 110.473 rights issue BBNI.

RUPS Luar Biasa untuk meminta persetujuan pemegang saham dijadwalkan pada 25 November 2010. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 10 Desember 2010.

Sementara Bank Mandiri berniat melepas saham baru sekitar 10,18%. Saat ini total saham Bank Mandiri keseluruhan sebanyak 21 miliar lembar saham. Jika bank pelat merah itu akan menerbitkan saham baru sebanyak 10,18 persen maka jumlahnya sekitar 2,1 miliar lembar saham.

Target dana diperkirakan Rp 15 triliun. Aksi korporasi ini akan digelar paling cepat di awal tahun 2011.

Seperti diketahui, pencatatan saham KS sempat menuai gugatan dari 13 ekonom. Harga saham perdana KS yang ditetapkan sebesar Rp 850 dinilai terlalu murah. Hal itu terbukti dari langsung melejitnya saham KS hingga hampir 50% menjadi Rp 1.270 per lembar pada debut perdananya.

Sayangnya, investor asing yang diharapkan menahan saham KS justru melepas pada hari pertama saham BUMN itu listing. Pada perdagangan Rabu (10/11/2010),  investor asing ternyata langsung menjual 316.129.500 saham dengan total nilai Rp 378,693 miliar. Jumlah saham yang dilepas asing hari itu setara dengan 2% dari total saham KRAS. Setelah aksi jual massif ini, kepemilikan asing tersisa 788.120.500 saham atau setara dengan 5% dari total saham KRAS.

(wep/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads