PTBA Targetkan Produksi 250 Ribu Ton Batubara dari Pranap

PTBA Targetkan Produksi 250 Ribu Ton Batubara dari Pranap

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Kamis, 11 Nov 2010 15:33 WIB
Jakarta -

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) berencana menambah produksi batu bara di lokasi baru, yaitu Pranap Provinsi Riau. Untuk produksi awal, perseroan menargetkan 250 ribu ton per tahun, dari total cadangan di tempat tersebut 370 juta ton.

Demikian disampaikan Direktur Utama PTBA Sukrisno dalam acara Investor Summit dan Capital Market 2010 di Hotel Ritz Calton, SCBD Jakarta, Kamis (11/11/2010).

"Kita sedang land cleaning dan tuntas tahun depan. Perkiraan produksi 2012. Total area mencapai 230 ha, ini lahan kita yang sebelumnya belum produksi," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, untuk produksi awal perseroan menargetkan 250 ribu ton per tahun. Jumlah ini dipercaya akan terus bertambah, seiring dengan pengembangan lahan Pranap tersebut.

"Total cadangannya mencapai 370 juta ton," paparnya.

Sementara itu, ia menegaskan PTBA sedang membidik satu tambang baru, dan kini masuk dalam proses penawaran. Satu tambang ini, di luar dua tambang yang sudah memasuki tahap due dilligence.

"Kita harus memastikan secara hukum supaya tidak tumpang tindih. Targetnya cari kalori up to 5.000 kal. Target secepatnya. Lokasi seluruhnya ada di Kalimantan," papar Sukrisno.

Sementara terkait penambahan pasokan batubara ke PT PLN (Persero), perseroan mengaku belum menuntaskan deal-nya. Namun penambahan akan dilakukan secara bertahap mulai tahun depan. Lama kontrak baru tersebut selama 20 tahun.

"Kita masih nego. Dia kan minta 5.900, bisa juga meningkat 6.300, 6.900 juga bisa 7.000," paparnya.

Perseroan juga mengalokasikan belanja modal  (capital expenditure/capex) pada tahun depan hingga Rp 1,5 triliun pada tahun 2011.

Menurutnya, 80% dari dana tersebut akan digunakan untuk sejumlah proyek yang sudah mulai jalan seperti proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Banjar Sari (2x100 MW), dan proyek pembangunan jalur kereta api sepanjang 308 km yang dikerjakan oleh anak usaha PTBA, Bukit Asam Trans Pacific Railway.

Ia menjelaskan, pendanaan untuk belanja modal tersebut seluruhnya akan berasal dari kas perseroan yang saat ini sudah mencapai Rp 4,8 triliun.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads