Anggota DPR: Saham KS Telah Dipolitisasi

Anggota DPR: Saham KS Telah Dipolitisasi

- detikFinance
Kamis, 11 Nov 2010 19:35 WIB
Jakarta - Ketidakberesan proses penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) banyak menjadi kecurigaan banyak pihak. Anggota DPR menduga adanya politisasi saham perusahaan baja pemerintah ini.

"Seperti sudah diduga sebelumnya, harga saham KS sudah melonjak hampir 50%, para pialang dan pemain telah berhasil membuat 'pricing image strategy' melalui politisasi saham KS," jelas Wakil Ketua Komisi XI Achsanul Qasasi kepada detikFinance, Kamis (11/11/2010).

Lebih jauh, Achsanul mencurigai pihak-pihak yang 'teriak' lewat media massa soal ketidakberesan proses IPO KS, merupakan pihak yang ikut memiliki saham KS tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Buktinya, hampir semua pihak menjualnya di posisi Rp 1.250, termasuk credit suisse yang katanya investor qualified. Coba ditelusuri pada underwriter (penjamin emisi), siapa-siapa yang punya/yang beli lewat credit suisse itu," cetus Achsanul/

Jika perlu, lanjut Achsanul, dia akan meminta BPK untuk melakukan audit investigatif terhadap KS dan juga para penjamin emisinya. Sehingga nantinya dapat diketahui siapa saja yang berkepentingan dalam IPO KS ini.

"Saya curiga Kementerian BUMN hanya dijadikan alat untuk keserakahan pihak-pihak yang mecari keuntungan singkat melalui IPO KS, atau underwriter tidak menginformasikan hal-hal yang sebenarnya terjadi," papar Achsanul.

"Kementerian BUMN dan Bapepam sudah menjalankan prosedur IPO ini dengan benar sesuai aturan yang ada. Jika Pak Amien Rais punya bukti, silahkan buka ke publik, jangan hanya membuat statement yang membingungkan rakyat," katanya.

Seperti diketahui, sejak kemarin sampai hari ini, saham KS terus memperlihatkan peningkatan. Sejak dibuka di harga Rp 850 per lembar, saat ini harga saham KS menyentuh Rp 1.340 per lembar.

Para pengamat menuding, kenaikan cepat ini merupakan sebuah kongkalikong antar broker yang memang sengaja dilakukan untuk mendongkrak saham KS.
(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads