Saham Cisco merosot hingga 16,2% menjadi US$ 20,52 setelah merilis laporan keuangan. Saham-saham langsung berguguran, dengan indeks Nasdaq sempat anjlok hingga lebih dari 2%.
Namun secara perlahan saham-saham membaik karena investor menilai apa yang terjadi pada Cisco hanyalah masalah spesifik perusahaan, tak bisa digeneralisir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Kamis (11/11/2010), indeks Dow Jones melemah 73,94 poin (0,65%) ke level 11.283,10. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 5,17 poin (0,42%) ke level 1.213,54 dan Nasdaq melemah 23,26 poin (0,90%) ke level 2.555,52.
Indikator teknikal jangka pendek menunjukkan pasar saham masih berada dalam tren naik, dan aksi terhadap saham Cisco menjadi titik balik lebih awal terjadinya bearish karena para pialang bergerak untuk membangun lagi posisi bullish.
"Ada panic selling pada awal (karena outlook Cisco), namun orang-orang mulai menyadari bahwa mungkin ini hanya kisah khusus dari Cisco," imbuh Massocca.
Saham Cisco melorot hingga ke titik terburuknya sejak 14 Juli 1994, ketika saham perusahaan teknologi tersebut melorot hingga 17,71%. Pelemahan saham Cisco ikut menyeret pelemahan saham teknologi lain seperti Microsoft Corp yang turun 1%, Hewlett-Packard Co turun 2,5%.
Perdagangan tidak terlalu ramai, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,8 miliar lembar saham, di bawah rata-rata transaksi tahun ini yang sebesar 8,72 miliar.
(qom/qom)











































