IHSG Dalam Tekanan Jual

Rekomendasi Saham

IHSG Dalam Tekanan Jual

- detikFinance
Jumat, 12 Nov 2010 07:44 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terkoreksi 12 poin meski nilai transaksi hari ini cukup tinggi hingga mencapai Rp 10,9 triliun. Melemahnya saham tambang dan Grup Astra memaksa IHSG terkoreksi.

Menutup perdagangan, Kamis (11/11/2010), IHSG melemah 12,349 poin (0,33%) ke level 3.744,618. Sementara Indeks LQ 45 turun 4,605 poin (0,67%) ke level 685,566.

Tekanan jual diprediksi akan kembali melanda lantai bursa. Pelemahan bursa-bursa utama dunia akan dimanfaatkan investor untuk melakukan profit taking setelah kenaikan yang tajam sebelumnya. IHSG pada perdagangan Jumat (12/11/2010) diprediksi bergerak di teritori negatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami perkirakan IHSG rawan aksi profit taking. Adapun posisi support 1 dan 2 berada pada level 3.740 dan 3.730 sedangkan resistance 1 dan 2 berada pada level 3.754 dan 3.764," demikian rekomendasi dari Kapita Sekurindo.

Sementara bursa Wall Street kembali berakhir di teritori negatif. Tekanan jual sempat menghebat setelah Cisco mengeluarkan outlook yang buram. Namun secara perlahan saham-saham membaik karena investor menilai apa yang terjadi pada Cisco hanyalah masalah spesifik perusahaan, tak bisa digeneralisir.

Pada perdagangan Kamis (11/11/2010), indeks Dow Jones melemah 73,94 poin (0,65%) ke level 11.283,10. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 5,17 poin (0,42%) ke level 1.213,54 dan Nasdaq melemah 23,26 poin (0,90%) ke level 2.555,52.

Bursa Jepang juga langsung melemah di awal perdagangan akhir pekan ini. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Jumat dengan penurunan 37,87 poin (0,38%) ke level 9.823,59.

Kresna Sekuritas:

Minimnya katalis dari regional membuat tekanan jual meningkat. IHSG diperkirakan akan cenderung berkonsolidasi di kisaran 3,715-3,780 dengan INDF dan UNVR sebagai saham pilihan.

Kapita Sekurindo:

Perdagangan IHSG kamis kemarin (11/11/2010) ditutup koreksi sebesar 12.35 poin atau 0,33% berada pada level 3.744,62. IHSG mengalami koreksi setelah beberapa hari mengalami penguatan. Selain perhatian pelaku pasar terhadap listing di hari pertama saham Agung Podomoro Land (APLN) perdagangan saham Krakatau Steel (KRAS) masih menguasai frekwensi perdagangan IHSG.

IHSG sempat menyentuh support channel namun akhirnya penutupan IHSG masih berada pada up trend channel . Stocastic Oscillator di atas 90% dengan garis berpotongan kebawah mengindikasikasikan peluang koreksi yang cukup besar. Kami perkirakan IHSG rawan aksi profit taking. Adapun posisi support 1 dan 2 berada pada level 3.740 dan 3.730 sedangkan resistance 1 dan 2 berada pada level 3.754 dan 3.764.

Stock Watch Sell: ASRI, INDF, KLBF.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads