Data Pajak dan Inflasi Mengecewakan, Wall Street Melemah

Data Pajak dan Inflasi Mengecewakan, Wall Street Melemah

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Sabtu, 13 Nov 2010 10:31 WIB
Jakarta - Tanpa dorongan dan penjelasan dari pembuat kebijakan di Washington atau data yang menunjukkan perbaikan kekuatan di ekonomi, Wall Street seperti kehabisan bahan bakar menyusul Indeks S&P yang turun meninggalkan posisi tertingginya di 2010.

Seperit dikutip dari Reuters, Sabtu (13/11/2010), pekan yang penuh dengan data inflasi dan pajak ini memberikan investor perbandingan yang kuat mengapa indeks S&P sebelumnya melonjak hingga 16,8% sejak 31 Agustus lalu dan mencapai puncak tertinggi di akhir pekan lalu.

Pada perdagangan Jumat (5/11/2010), semua indeks saham utama di Wall Street mengalami koreksi. Indeks Dow Jones turun 90,52 poin (0,80%) ke level 11.192,58. Indeks S&P 500 turun 14,33 poin (1,18%) ke level 1.199,21. Lalu indeks Nasdaq juga turun 37,31 poin (1,46%) ke level 2.518,21.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mungkin akan menarik investasi jika tidak mendapat kejelasan mengenai kebijakan fiskal serta semua data yang mengecewakan minggu ini," kata John Lynch Kepala Strategi Ekuitas di Wells Fargo Funds Management Charlotte, North Carolina.

"Saya pikir anda akan melihat beberapa, tidak semua, investor menarik uangnya saat mendekati 1.228. Orang-orang ini menyadari kami masih punya penggangguran 9%, risiko utang luar negeri, bingungnya konsumen serta tidak ada kejelasan tentang apa bisnis yang harus dilakukan dengan uang tunai mereka," katanya.

Selama sepekan ini, secara rata-rata Indeks Dow Jones dan Standard & Poor's 500 masing-masing jatuh 2,2%. Sementara Indeks Nasdaq kehilangan 2,4%

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads