Seperit dikutip dari Reuters, Sabtu (13/11/2010), pekan yang penuh dengan data inflasi dan pajak ini memberikan investor perbandingan yang kuat mengapa indeks S&P sebelumnya melonjak hingga 16,8% sejak 31 Agustus lalu dan mencapai puncak tertinggi di akhir pekan lalu.
Pada perdagangan Jumat (5/11/2010), semua indeks saham utama di Wall Street mengalami koreksi. Indeks Dow Jones turun 90,52 poin (0,80%) ke level 11.192,58. Indeks S&P 500 turun 14,33 poin (1,18%) ke level 1.199,21. Lalu indeks Nasdaq juga turun 37,31 poin (1,46%) ke level 2.518,21.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir anda akan melihat beberapa, tidak semua, investor menarik uangnya saat mendekati 1.228. Orang-orang ini menyadari kami masih punya penggangguran 9%, risiko utang luar negeri, bingungnya konsumen serta tidak ada kejelasan tentang apa bisnis yang harus dilakukan dengan uang tunai mereka," katanya.
Selama sepekan ini, secara rata-rata Indeks Dow Jones dan Standard & Poor's 500 masing-masing jatuh 2,2%. Sementara Indeks Nasdaq kehilangan 2,4%
(ang/ang)











































