Demikian disampaikan Direkur Utama BBRI, Sofyan Basir kepada detikFinance di sela-sela acara Bersepeda Untuk Bumi di Parkir Selatan, GBK Senayan, Jakarta,
Minggu (14/11/2010).
"Kita menghormati keputusan mereka, kalau belum sejalan. Karena kita maunya mayoritas," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
pernyataan resmi dari BBKP atas penolakan tersebut.
"Baru ada di media saja, Direktur Utamanya. Belum ada pernyataan resmi. Kecuali kalau mereka berubah pikiran," papar Sofyan.
BRI pun usai penolakan ini, tidak lagi ekspansif untuk mengakuisisi bank. Setelah resmi mendapatkan Bank Agroniaga, perseroan akan fokus untuk membangun
BRI ke depan.
"Tidak ada yang lain selain ini. November hanya (bank) Agro," paparnya.
Seperti diketahui, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar kemarin menyatakan bahwa BRI batal mengakusisi Bank Bukopin. "Kemarin Bukopin sepertinya menutup kemungkinan BRI untuk masuk," ucap Mustafa.
Sementara menurut Direktur Utama Bukopin Glen Glenardi, BRI bukan mitra yang sejalan untuk mendukung rencana bisnis Bukopin. Pasalnya, Bukopin ingin posisi modalnya meningkat, namun jika bekerja sama dengan BRI maka hal itu tidak bisa terwujud.
(wep/hen)











































