Mengawali perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 3.665,086 dan kemudian sempat menguat ke level 3.674,568, naik 9 poin dari penutupan akhir pekan di level 3.665,846.
Sayangnya penguatan tidak bertahan lama. Tekanan jual yang melanda sebagian besar saham-saham unggulan membuat IHSG berbalik arah ke zona negatif dengan koreksi lumayan ke level 3.633,149 atau turun 32 poin. Jajaran saham yang menguat didominasi oleh penguatan saham-saham lapis dua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak adanya sentimen positif dari bursa-bursa regional Asia yang juga didominasi koreksi membuat IHSG tidak mampu melakukan perlawanan. Pelaku pasar memilih menunggu momentum untuk masuk atau melakukan penjualan portofolionya.
Tekanan jual IHSG juga salah satunya disumbangkan oleh koreksi cukup dalam dari saham BRI (BBRI) yang sempat melemah lebih dari 4%. Ditolaknya rencana akuisisi BBRI terhadap saham Bank Bukopin (BBKP) membuat saham BBRI tertekan. Sebagai saham dengan kapitalisasi pasar 5 besar di lantai bursa, koreksi sebesar 4% memberikan pengaruh sangat besar pada gerak IHSG.
Pada penutupan perdagangan Senin (15/11/2010) sesi I, IHSG turun 28,709 poin (0,78%) ke level 3.637,137. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 5,543 poin (0,82%) ke level 667,216.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 78.761 kali pada volume 3,476 miliar lembar saham senilai Rp 2,530 triliun. Sebanyak 63 saham naik, 147 saham turun dan 57 saham stagnan.
Transaksi investor asing mencatat penjualan bersih (foreign net sell) tipis sebesar Rp 54,954 miliar.
Bursa-bursa regional Asia didominasi pelemahan:
- Indeks Shanghai turun 18,69 poin (0,63%) ke level 2.966,75.
- Indeks Hang Seng melemah 162,92 poin (0,67%) ke level 24.059,66.
- Indeks Nikkei 225 naik 82,85 poin (0,85%) ke level 9.807,66.
- Indeks Straits Times turun 18,70 poin (0,58%) ke level 3.233,30.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indospring (INDS) naik Rp 500 ke Rp 8.550, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 200 ke Rp 28.200, Indomobil (IMAS) naik Rp 200 ke Rp 6.200, Unilever (UNVR) naik Rp 150 ke Rp 16.450.
Sementara saham-saham yang turun cukup tinggi dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 1.000 ke Rp 25.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 700 ke Rp 45.500, United Tractors (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 22.150, BRI (BBRI) turun Rp 300 ke Rp 11.700.
Â
Â
(dro/qom)











































