Prihatin Polemik IPO KS, Analis Saham Bertemu Bapepam

Prihatin Polemik IPO KS, Analis Saham Bertemu Bapepam

- detikFinance
Senin, 15 Nov 2010 16:05 WIB
Jakarta - Polemik seputar aksi penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) PT Krakatau Steel Tbk (KS) terus terjadi. Para analis akhirnya memutuskan untuk bertemu Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) untuk membahas soal polemik tersebut.

Salah seorang analis yang hadir yaitu Budi Ruseno dari Bhakti Securities mengatakan, para analis yang tergabung dalam Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) menyampaikan keprihatinannya terhadap polemik yang terjadi seputar IPO KS.

"Intinya kita dan temen dari asosiasi analis sowan ke Bapepam. Intinya, menyampaikan keprihatinan selama ini terhadap polemik, perkembangan IPO KS, setelah KS Listing," tutur Budi kepada detikFinance, Senin (15/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dihubungi terpisah, analis pasar modal Haryajid Ramelan mengatakan pertemuan antara para analis dengan Bapepam dilakukan pada pukul 10.00 WIB di kantor Bapepam. Pertemuan tersebut dihadiri langsung Kepala Bapepam LK Fuad Rahmany bersama dengan beberapa Kepala Biro Bapepam.

"Intinya memang IPO KS tak ada masalah. KS hanya diipolitisi. semua sudah pada rule-nya," ujar Hariyajid.

Menurutnya, para politisi juga banyak yang ternyata ikut membeli saham IPO KS tersebut, dan menurut Haryajid hal itu wajar dan tak menyalahi aturan.

"Orang politik memang banyak beli, dan ini wajar," cetusnya.

Budi Ruseno mengatakan, polemik KS dikhawatirkan akan mengganggu ketenangan investor melakukan investasinya di pasar modal karena bisa menimbulkan kesalahpahaman persepsi di kalangan investor. Menurut Budi hal ini tak boleh dibiarkan karena akan mengganggu iklim investasi apsar modal.

"Banyak info yang simpang siur, yang infonya dikatakan tidak sesuai dengan aturan pasar modal. Tidak hanya masyarakat, ekonom saja banyak yang belum mengerti, Jadi ini yang ingin kita luruskan," ucap Budi.

"BUMN kan masih banyak yang harus go public untuk mengejar transparansi, accountable. Kalau sudah seperti ini (ribut-ribut KS), justru dimanfaatkan pihak-pihak tertentu dan sulit untuk IPO," jelasnya.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads