Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 3.656,937 dan kemudian sempat menguat ke level 3.682,796, naik 26 poin dari penutupan kemarin di level 3.656,462.
Aksi beli selektif berhasil membuat IHSG melaju di zona positif. Sebagian besar saham unggulan menguat, terutama saham-saham perbankan dan infrastruktur memimpin transaksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laju IHSG tampak berlawanan dengan tren pergerakan bursa-bursa regional Asia yang justru didominasi pelemahan.
Pada penutupan perdagangan Selasa (16/11/2010) sesi I, IHSG naik 22,253 poin (0,60%) ke level 3.678,715. Sedangkan Indeks LQ 45 menguat 4,911 poin (0,73%) ke level 673,882.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 65.697 kali pada volume 3,198 miliar lembar saham senilai Rp 1,904 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 73 saham turun dan 81 saham stagnan.
Transaksi investor asing mencatat pembelian bersih (foreign net buy) tipis sebesar Rp 13,733 miliar.
Bursa-bursa regional Asia didominasi pelemahan:
- Indeks Shanghai turun 20,59 poin (0,68%) ke level 2.993,82.
- Indeks Hang Seng melemah 14,31 poin (0,06%) ke level 24.012,87.
- Indeks Nikkei 225 turun 2,66 poin (0,03%) ke level 9.824,75.
- Indeks Straits Times turun 1,77 poin (0,05%) ke level 3.235,03.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 25.500, United Tractors (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 22.800, Malindo (MAIN) naik Rp 300 ke Rp 3.500, BRI (BBRI) naik Rp 250 ke Rp 12.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup tinggi dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 11.700, Astra International (ASII) turun Rp 600 ke Rp 55.650, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 45.250.
Â
Â
(dro/qom)











































