Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Jasindo Eko Budiwiyono ketika ditemui di acara Infobank Outlook 2011 di Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (16/11/2010).
"Saham pemerintah itu kita harapkan bisa sampai 30% sampai 40%. Ya tetapi kita harapkan bisa 40%," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Eko mengatakan saat ini perseroan masih fokus dalam proses due dilligence. "Sehingga rencananya IPO sudah bisa dilakukan di semester II-2011," katanya.
Sebelumnya Eko mengatakan, perseroan menargetkan perolehan dana Rp 500-600 miliar dari pelaksanaan IPO tersebut.
Rencana Jasindo go public sebenarnya sudah lama diwacanakan di Kementerian BUMN. Tadinya, Jasindo diperkirakan sudah bisa melantai di bursa pada tahun 2009 lalu.
Namun, dengan berbagai kendala, seperti salah satunya krisis ekonomi global maka rencana itu molor. Ditambah, perseroan juga belum mendapat izin melepas saham dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Kementerian BUMN sendiri sudah pernah memasukan Jasindo ke dalam pipeline BUMN yang akan diprivatisasi sejak lama. Namun, tahun 2011 akhirnya disepakati sebagai tahun Jasindo masuk lantai bursa.
(dru/dnl)











































