Menteri BUMN Mustafa Abubakar sangat berharap pelaksanaan penerbitan saham baru saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue yang dilakukan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan berjalan lancar dan tak ada keributan seperti Krakatau Steel (KS).
"Rights issue BNI nanti kita lihat dulu sampai tanggal 22 November, minatnya apa yang dilaporkan kepada kita cukup antusias, masih kuaLitatif, belum kuantitaif. Tidak ada ribut-ribut masalah KS, kelihatannya sih tidak akan, mudah-mudahan kita doakan begitu," tutur Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Auditorium Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (18/11/2010).
Mustafa mengatakan, sampai saat ini pemerintah selaku pemegang saham mayoritas di BNI belum menentukan harga final saham rights issue tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan prospektus, BNI menentukan kisaran harga rights issue sebesar Rp 2.300-3.700 per saham, diskon 7,5-42,5% dari harga di pasar reguler saat ini. BNI akan melepaskan 3.374.716.060 saham baru dengan nilai nominal Rp 375 per saham.
Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan sebesar Rp 2.300-3.700 per saham. Harga tersebut diskon antara 7,5-42,5% dari harga pasar saat ini sebesar Rp 4.000 per saham.
Total dana yang akan diperoleh perseroan melalui rights issue ini berkisar antara Rp 7,761 triliun hingga Rp 12,486 triliun.
Dananya akan digunakan untuk penyaluran kredit korporasi, UKM, dan konsumsi sebesar 80%, kemudian untuk pengembangan infrastruktur teknologi 15%, sedangkan sisanya sebesar 5% untuk pengembangan anak usaha.
(dnl/dro)











































