Mengawali perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 3.673,551 dan kemudian sempat menguat ke level 3.682,366, naik 8 poin dari penutupan sebelumnya di level 3.674,027.
Penguatan IHSG hanya berlangsung sesaat. Aksi jual pada sebagian besar saham-saham unggulan langsung menggiring IHSG jatuh ke zona merah. Hampir seluruh indeks saham sektoral melemah, kecuali indeks saham pertambangan, konsumsi dan infrastruktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham sektor pertambangan batubara lainnya juga kena angin positif dari masuknya Rothschild yang merupakan keluarga bankir terkaya di dunia itu ke Indonesia. Saham Indo Tambang (ITMG) dan Bukit Asam (PTBA) juga melesat tinggi.
Sayangnya, pelemahan saham-saham perkebunan cukup dalam, serta koreksi saham-saham perbankan membuat IHSG bertahan di zona negatif. Sentimen positif bursa-bursa Asia yang menguat cukup tinggi belum memberikan reaksi positif pada IHSG.
Pada penutupan perdagangan Kamis (18/11/2010) sesi I, IHSG turun 13,119 poin (0,35%) ke level 3.660,908. Sedangkan Indeks LQ 45 melemah 1,885 poin (0,27%) ke level 672,093.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 100.219 kali pada volume 6,939 miliar lembar saham senilai Rp 2,989 triliun. Sebanyak 81 saham naik, 108 saham turun dan 79 saham stagnan.
Transaksi investor asing mencatat pembelian bersih (foreign net buy) tipis sebesar Rp 64,413 miliar.
Bursa-bursa regional Asia didominasi pelemahan:
- Indeks Shanghai naik 17,50 poin (0,62%) ke level 2.856,36.
- Indeks Hang Seng melesat 315,59 poin (1,36%) ke level 23.530,05.
- Indeks Nikkei 225 melejit 160,09 poin (1,63%) ke level 9.971,75.
- Indeks Straits Times turun 13,36 poin (0,42%) ke level 3.198,74.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambang (ITMG) naik Rp 1.000 ke Rp 50.550, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 600 ke Rp 20.850, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 125 ke Rp 2.725.
Sementara saham-saham yang turun cukup tinggi dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra International (ASII) turun Rp 900 ke Rp 55.100, Astra Agro (AALI) turun Rp 900 ke Rp 24.100, Lonsum (LSIP) turun Rp 400 ke Rp 11.300, Smart (SMAR) turun Rp 150 ke Rp 5.000.
Â
Â
(dro/qom)











































