Demikian disampaikan perseroan dalam prospektus ringkas yang dipublikasikan di Jakarta, Kamis (18/11/2010).
5.983.089.156 lembar saham baru KBRI diambil dalam saham portepel dan akan dicatatkan di BEI. Dalam PUT I perseroan kali ini, setiap 10 saham biasa, seri A dan B yang tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) per 2 Desember 2010, akan mendapat 31 saham HMETD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan juga melekatkan satu waran seri II secara cuma-cuma kepada setiap 30 saham HMETD, dengan nilai nominal Rp 100 per lembar dan harga pelaksanaan Rp 105. Periode waran dimulai pada 6 Juni 2011.
Total nilai yang dapat diperoleh perseroan, usai terpangkas biaya akan digunakan sebagai berikut:
- Sebanyak Rp 544.875.915.082 akan digunakan untuk melunasi pinjaman perseroan kepada quest corporation, yang telah direstrukturisasi dalam Amendment to Debt Restructuring Agreement pada 12 Oktober 2010, yang diantaranya: 1) Pelunasan sebagian utang pokok perseroan kepada quest corporation sebesar Rp 7,4 miliar dengan premi Rp 52.182.368.657, yang jatuh tempo paling lambar 3 Desember 2010, atau tanggal lain yang telah disepakati secara tertulis oleh para pihak. 2) Pelunasan utang pokok Kertas Basuki kepada quest corporation sebanyak Rp 261 miliar dengan premi Rp 159.293.546.425 yang jatuh tempo paling lambar 3 Desember 2010.
- Sebanyak 50 miliar akan digunakan perseroan untuk membayar biaya restrukturiasai atas pinjaman kepada Willow Dene Ltd, sebagai konsultan restrukturisasi berdasarkan penunjukkan dari quest coeporation tertanggal 2 Agustus 2010.
- Sebanyak Rp 1.978.709.626 digunakan untuk modal kerja perseroan dan anak usaha, antara laian biaya karyawan dan kegiatan operasional lainnya.
Tanggal efektif PUT I ini direncanakan pada tanggal 22 November 2010, atau berbarengan dengan pelaksanaan RUPSLB perseroan. Pencatatan yang berhak atas saham PUT I (recording date) pada 2 Desember 2010, dan periode distribusi 3 Desember 2010. Periode perdagangan HMETD 6-14 Desember 2010.
Pencatatan saham hasil HMETD dan waran seri II pada 6 Desember 2010, dengan periode pelaksanaan HMETD 6-14 Desember 2010, dan tanggal terakhir pembayaran pemesanan pembelian saham tambahan, pada 16 Desember 2010. Sedangkan penjatahan satu hari setelahnya, 17 Desember 2010.
Jika pemegang saham KBRI tidak mengeksekusi maka kepemilikan proporsi saham mereka akan terdelusi 75,61%, setelah pelaksanaan HMETD. Kepemilikan juga berkurang 76,21% setelah pelaksanaan waran seri II.
(wep/dro)











































