Menurut Direktur Keuangan BNBR Eddy Soeparno, pihaknya membuka diri dalam pelepasan anak usaha di bidang manufakturing diantaranya Bakrie Metal Indonesia, Bakrie Pipe, dan banyak lagi yang lain. Alasannya sebagai perusahaan investasi, marjin keuntungan perusahaan manufaktur jauh lebih rendah ketimbang perusahaan yang tercatat di pasar modal (listed).
"Mengelola bisnis manufaktur, marjin yang kita dapat hanya 10-15%, kalau investasi di perusahaan terbuka dalam satu tahun saja manjin bisa mencapai 50% sampai 100%," ucapnya di gedung BEI, SCBD Jakarta, Kamis (18/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beberapa yang membuka diri. Investor asing yang bawa duit. Nilai lumayan dan signifikan. Asetnya aja nggak murah, pabrik nggak murah. Bukan dijual. Tapi dikerjasamakan. Divestasi dan kita akan punya minoritas," imbuh Eddy.
(wep/dro)











































