Tahan Likuiditas Asing, BUMN Didorong Listing di Bursa Indonesia

Tahan Likuiditas Asing, BUMN Didorong Listing di Bursa Indonesia

Ramdhania El Hida, Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 18 Nov 2010 19:05 WIB
Jakarta -

Kementerian BUMN siap memenuhi permintaan pemerintah untuk memperbanyak jumlah perusahaan yang melakukan privatisasi guna menyerap dana asing agar terhindar dari pecahnya 'bubble'.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengaku bersyukur dengan tingginya gairah investor asing ke Indonesia, terutama kepada emiten-emiten pelat merah. Namun, dia menyatakan apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan dana yang tepat seperti penambahan emiten di lantai bursa, maka dikhawatirkan dana tersebut akan pergi.

"Di lain pihak kalau kita tidak cepat imbangi dengan tambahan emiten dalam pasar modal, kita khawatir likuiditasnya akan pergi. Sehingga ada kekhawatiran terjadi bubble. Nah, tadi dibahas supaya lebih didorong semakin banyak emiten yang listing di pasar modal," ujar Mustafa saat ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (18/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian BUMN menargetkan untuk dapat memprivatisasi 7-10 perusahaan plat merah pada 2011. Mustafa menyatakan, pihaknya akan mengajukan daftar perusahaan pelat merah untuk kemudian diajukan ke Komite Privatisasi.

"Sekarang 7-10, nah itu dia, kita akan buat long list untuk Pak Mentri (hatta), akan dibahas di komite privatisasi. Tapi itu tergantung kesiapan mereka, boleh saja melamar sampai 20 tapi yang lolos sampai 10," ungkapnya.

Mustafa menegaskan pihaknya siap mengakomodasi permintaan pemerintah tersebut dengan melakukan penambahan jumlah  perusahaan plat merah yang akan diprivatisasi.

"Ya, kita siap. Akan kita siapkan sebnayak mungkin, kita sudah buktikan ya BUMN-BUMN yang sudah go public pada umumnya kinerja meningkat jauh lebih baik dibanding sebelum go public. Oleh karenanya ini kita jadikan sebagai instrumen untuk pertumbuhan, penguatan manajemen, dan GCG. Oleh krn itu kita akan tambah jumlah BUMN yang akan IPO tahun depan," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menambahkan pemerintah akan berusaha mengejar pertumbuhan ekonomi dengan melakukan upaya menarik investasi-investasi swasta untuk berpartisipasi di bidang infrastruktur.

"Kita juga menjelaskan pasar modal yang sudah baik. Itu kita akan lebih banyak siapkan perusahaan-perusahaan dan BUMN yang sudah siap untuk masuk pasar modal untuk jadi perusahaan publik," pungkasnya.

(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads