PT Borneo Lumbung Energi & Metal menawarkan sahamnya di harga Rp 1.170 per lembar saham melalui penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Jumlah saham yang dilepas sekitar 25% dari total saham perseroan.
Seperti dikutip dari prospektus ringkas perseroan yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (19/11/2010), perseroan akan melepas 4,423 miliar lembar saham atau setara dengan 25% dari total saham perseroan. Dengan demikian, jumlah dana yang bisa diraup perseroan dalam aksi korporasi ini sebanyak Rp 5,17 triliun.
Dana hasil dari penawaran umum ini, sebanyak 35% atau Rp 1,75 triliun akan digunakan perusahaan tambang itu untuk mendanai program ekspansi kapasitas produksi batubara termasuk pengeluaran modal dan biaya pengembangan sarana dan prasarana pertambangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan sisanya sebanyak Rp 650 miliar atau setara 13% akan digunakan untuk pengembangan sumber daya batubara dan modal kerja anak usaha perseroan.
Masa penawaran saham perdana inin akan dilakukan pada 19-22 November 2010, saham perseroan rencananya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 26 November 2010.Β
Per Juni 2010, aset Lumbung Energi mencapai Rp 4,9 triliun atau naik dari periode sebelumnya Rp 4,3 triliun. Pada semester I-2010 perseroan memperoleh laba bersih Rp 20,6 miliar, naik dari periode yang sama tahun lalu di mana perseroan mengalami kerugian Rp 99,7 miliar. Pendapatan Borneo pun tercatat Rp 1,07 triliun, dengan laba usaha Rp 350,9 miliar.
Struktur kepemilikan perseroan, 99,99% atau 13,27 lembar saham masih dimiliki oleh PT Republik Energi & Metal, dan sisanya milik PT Muara Kencana Abadi. Dengan masuknya saham publik 20%, maka kepemilikan Republik Energi & Metal terdilusi menjadi 79,99%.
(ang/qom)











































