Data Pembeli Saham KS Dibuka Bisa Hilangkan Kepercayaan Investor

Data Pembeli Saham KS Dibuka Bisa Hilangkan Kepercayaan Investor

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Jumat, 19 Nov 2010 14:02 WIB
Data Pembeli Saham KS Dibuka Bisa Hilangkan Kepercayaan Investor
Jakarta -

Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) menilai pembukaan data nasabah yang membeli saham perdana PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) berpotensi membahayakan sistem pasar modal Indonesia dan merusak kepercayaan investor. Pasalnya, regulasi pasar modal negara manapun pada prinsipnya memberikan perlindungan terhadap kerahasiaan data nasabah.

"Data nasabah hanya dapat dibuka dalam kondisi tertentu yang sangat limitatitif (terbatas) sifatnya dan hanay oleh aparat hukum tertentu dengan landasan hukum yang kuat," kata Ketua UMUM IPEI Saldu Solihin dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jumat (19/11/2010).

Menurutnya, aturan tersebut tercantum dalam Undang-undang no 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Dengan demikian ia menilai, usulan beberapa pihak yang meminta publikasi atas seluruh data nasabah itu dikhawatrikan menimbulkan preseden buruk terhadap pasar modal Indonesia dan mengurangi kepercayaan investor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, pemberitaan mengenai initial public offering (IPO) Krakatau Steel akhir-akhir ini sudah melebar dari pokok permasalahan yang dipertanyakan sebelumnya, seperti harga saham yang terlalu murah, dan dengan sangat memprihatinkan digulirkan isu-isu yang bersifat tendensius, tidak objektif, dan cenderung membenturkan beberapa pihak.

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), yang sempat terkena isu tak sedap juga, menurutnya, tidak bisa disalahkan atas penetapan harga yang terlalu murah tersebut.

Dari sisi hukum yang berlaku di pasar modal maupun dari sisi standar pengaturan pasar modal internasional, penetapan harga saham perdana suatu emiten yang akan melangsungkan IPO merupakan proses negosiasi murni antara emiten dengan penjamin emisi.

"Tanpa melibatkan otoritas pasar modal di dalamnya," imbuhnya.

Mengenai kenaikan harga saham KRAS itu di hari perdananya masuk bursa, ia mengatakan, hal itu merupakan sesuatu yang wajar dan sangat lazim terjadi.

Seperti diketahui, Krakatau Steel melepas 3,15 miliar lembar saham di harga Rp 850 per lembar saham pada 10 November 2010. Pada saat pembukaan bursa, harganya melesat jadi Rp 1.250. Investor asing menjadi pihak yang memborong saham KS di awal perdagangan dan akhirnya melepas banyak-banyak saat harganya sudah naik menjelang penutupan bursa.

Pada penutupan Sesi I perdagangan perdananya, saham KS langsung diburu investor lokal dan asing hingga harganya sempat melesat 47,05% ke Rp 1.250 per saham. Namun, investor asing tidak mau lama-lama memegang saham KS dan mencatat jual bersih (net sell) Rp 271,671 miliar.

Sampai penutupan bursa, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih saham KS senilai Rp 378,693 miliar. Kepemilikan asing di saham KRAS kini hanya tersisa 5% saja.

Hari ini, saham KRAS berada di posisi Rp 1.270 per lembar saham, terkoreksi tipis Rp 10 dari sebelumnya Rp 1.280 per lembar saham. Hingga penutupan perdagangan Sesi I, saham KRAS sudah diperdagangkan 1.021 kali dengan nilai transaksi Rp 31 miliar.

(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads