Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
- Senin (15/11/2010), IHSG turun 9,384 poin (0,25%) ke level 3.656,462.
- Selasa (16/11/2010), IHSG naik 17,565 poin (0,48%) ke level 3.674,027.
- Kamis (18/11/2010), IHSG naik 3,877 poin (0,10%) ke level 3.677,904.
- Jumat (19/11/2010), IHSG menguat 47,144 poin (1,28%) ke level 3.725,048.
Kenaikan IHSG yang tajam pada pekan lalu kini membuka peluang untuk profit taking. Namun penguatan tajam bursa-bursa regional akan terus menopang IHSG sehingga tidak terkoreksi terlalu tajam. IHSG pada perdagangan Senin (22/11/2010) diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu ditutup hanya bergerak tipis setelah China memutuskan untuk menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) untuk kedua kalinya dalam rangka menjinakkan inflasi yang melambung tinggi di negara tersebut.
Pada perdagangan Jumat (19/11/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat tipis 22,32 poin (0,20%) ke level 11.203,55. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 3,04 poin (0,25%) ke level 1.199,73 dan Nasdaq menguat 3,72 poin (0.15%) ke level 2.518,12.
Sementara Bursa Jepang mengawali perdagangan Senin awal pekan ini dengan lonjakan tajam. Indeks Nikkei-225 dibuka melonjak 109,87 poin (1,10%) ke level 10.132,26.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Kapita Sekurindo:
Seiring dengan kenaikan bursa regional IHSG jumat minggu lalu ditutup menguat sebesar 47,14 poin atau 1,28% berada pada level 3.725,04. Di awal perdagangan saham saham Group Bakrie menjadi penopang kenaikan IHSG. Namun pada sesi II giliran saham-saham sektor perdagangan memberikan dukungan terhadap kenaikan Indeks untuk dapat menembus kembali level 3700.
Peluang penguatan IHSG pada perdagangan hari ini masih besar. Hal tersebut tercermin dari harga IHSG yang mampu menembus resistance moving average. Selain itu perpotongan garis stochastic oscillator pada level 30% yang terbuka keatas dengan diikuti volume perdagangan yang relatif tinggi dibanding rata-rata volume perdagangan 5 hari sebelumnya mengindikasikan IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan.
Speculative Buy: AALI, ASII, INTP, PGAS, SMGR, UNTR. Sell: UNVR.
Kresna Sekuritas:
IHSG kembali menguat didukung membaiknya sentimen global. IHSG diperkirakan masih akan mencoba menguji kembali level tertingginya dan bergerak di kisaran 3680-3760 dengan SMCB dan INCO sebagai saham pilihan.
Asjaya Indosurya Securities:
IHSG menutup akhir pekan ini dengan ditutup naik 47,15 poin (1,28%) ke 3.725,5. Total volume perdagangan di bursa efek Indonesia mencapai 9,23 miliar unit saham dengan nilai total Rp 5,55 triliun. Sebanyak 145 saham naik, 77 saham turun, dan 78 saham mengalami stagnan. LQ-45 naik 1,35% ke 685,11 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,88% ke 540,79. Semua indeks sektoral mencatatkan kenaikan.
Penguatan tertinggi dialami sektor perdagangan mencapai 5,09% ke level 436,70 disusul indeks sektor perkebunan naik 1,71% ke level 2.200,16 dan industri dasar naik 1,54% ke level 403,46. Sementara indeks pertambangan naik 0,99% ke level 3.040,97 dan indeks konsumer naik 1,18% ke level 1.172,03. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 399,9 miliar dengan total pembelian asing Rp2,41 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp2,01 triliun.
Pada perdagangan Senin (22/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.662-3.693 dan resistance 3.740-3.756. Candle telah terbentuk full white body (marubozu) sehingga ada potensi penguatan. MACD mulai mengindikasi akan bersinggungan dengan kecendrungan menguat. RSI, Williams %R, dan Stochastic mulai bergerak meninggalkan area oversold dengan melakukan break and reversal.
(qom/qom)










































