Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 3 poin akibat tekanan aksi jual pada saham-saham komoditas. Pelemahan bursa regional juga turut memberi sentimen negatif pada pergerakan bursa.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 6,747 poin (0,18%) ke level 3.731,795. Namun penguatan ini tidak bertahan lama dan akhirnya indeks jatuh ke teritori negatif.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Senin (22/11/2010), IHSG melemah tipis 3,715 poin (0,10%) ke level 3.721,333. Indeks LQ 45 turun 2,077 poin (0,30%) ke level 683,034.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi IHSG tertinggi hari ini berada di level 3.732,844 sebelum akhirnya jatuh dan bergerak di zona merah sepanjang perdagangan. Sementara posisi terendahnya hari ini berada di level 3.707,895 hampir meninggalkan level 3.700.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 55.220 kali pada volume 3,354 miliar lembar saham senilai Rp 2,065 triliun. Sebanyak 93 saham naik, 92 saham turun dan 72 saham stagnan.
Penguatan bursa-bursa global akhir pekan lalu tidak cukup memberi sentimen positif terhadap bursa-bursa regional, termasuk IHSG. Hingga siang ini, bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 3,46 poin (0,12%) ke level 2.892,02.
- Indeks Hang Seng turun 38,13 poin (0,16%) ke level 23.567,58.
- Indeks Nikkei 225 naik 114,63 poin (1,14%) ke level 10.137,02.
- Indeks Straits Times turun 4,74 poin (0,15%) ke level 3.192,63.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indospring (INDS) naik Rp 2.300 ke Rp 13.900, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 1.050 ke Rp 12.000, Multibreeder Adirama (MBAI) naik Rp 800 ke Rp 17.900, dan Waran Inovisi (INVS-W) naik Rp 425 ke Rp 4.500.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indotambang (ITMG) turun Rp 1.250 ke Rp 50.500, United Tractor (UNTR) turun Rp 800 ke Rp 24.850, Unilever (UNVR) turun Rp 300 ke Rp 17.150, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 200 ke Rp 55.100.











































