Bursa Global Sepi, IHSG Bakal Melambat

Rekomendasi Saham

Bursa Global Sepi, IHSG Bakal Melambat

- detikFinance
Selasa, 23 Nov 2010 07:37 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat setelah bergerak variatif. IHSG sempat berada di zona negatif karena adanya profit taking yang terjadi di awal sesi, namun akhirnya mampu ditahan dengan aksi beli selektif pada beberapa saham.

Menutup perdagangan, Senin (22/11/2010), IHSG menguat 16,181 poin (0,43%) ke level 3.741.229. Sementara Indeks LQ 45 naik 2,012 poin (0,29%) ke level 687,123.

Pergerakan bursa-bursa utama dunia yang sedang stagnan seiring perkembangan krisis utang di Eropa akan membuat investor memilih untuk menahan diri. Dari dalam negeri nyaris tidak ada sentimen besar, kecuali hadirnya sejumlah emiten baru pada pekan ini. IHSG pada perdagangan Selasa (23/11/2010) diprediksi bergerak fluktuatif dalam transaksi yang tipis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tekanan atas saham-saham berkurang setelah Uni Eropa dan IMF sepakat untuk menyelamatkan Irlandia dari krisis utang. Semalam indeks saham di bursa Wall Street pun ditutup variatif.

Pada perdagangan Senin (22/11/2010), indeks Dow Jones industrial average melemah tipis 24,97 poin (0,22%) ke level 11.178,58. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 1,89 poin (0,16%) ke level 1.197,84, namu Nasdaq menguat 13,90 poin (0,55%) ke level 2.532,02. Sementara bursa Tokyo libur perdagangan pada Selasa ini.

"Semalam, mayoritas bursa AS ditutup negatif karena kekhawatiran penyelesaian utang Irlandia. Investor mencemaskan permasalahan Irlandia bisa meluas ke negara-negara Eropa lainnya. Penurunan bursa saham AS dikhawatirkan bisa menahan laju pergerakan IHSG hari ini," ujar Reza Priyambada, Managing Research PT Asjaya Indosurya Securities dalam rekomendasinya.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Kapita Sekurindo:

Walaupun bursa regional rata-rata ditutup melemah IHSG masih mampu bertahan dan tutup diatas level support 3700. IHSG ditutup menguat sebesar 16,18 poin atau 0,43% berada pada level 3.741,23. Di awal perdagangan IHSG sempat tertekan akibat sentiment negatif pelemahan bursa kawasan asia, namun di sesi dua IHSG mampu bangkit dan ditutup pada teritori positif.

Pergerakan perdagangan IHSG pagi ini masih berpeluang naik menguji level tertinggi yang pernah dicapai pada level 3.777. Walaupun volume yang terjadi pada perdagangan kemarin melemah dibanding volume perdagangan yang terjadi pada hari sebelumnya, namun garis stochastic oscillator pada level 50% masih terbuka keatas, mengindikasikan peluang penguatan yang masih ada.

Hold: AALI, ASII, BBRI, BUMI, INDF, INTP, JSMR, PGAS, SMGR, UNTR, UNVR. Sell: ELTY.

Finan Corpindo Nusa:

IHSG bergerak mixed namun berhasil ditutup menguat terutama didoorng oleh saham-saham sektor industri dasar dan perbankan. Meskipun rencana dana talangan untuk Irlandia memberikan sentimen positif untuk pasarΒ  sebagian bursa Asia ditutup terkoreksi akibat kenaikan GWM China sebesar 50 basis poin. Untuk Selasa, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dengan support 3.715 dan resistance 3.755.

Panin Sekuritas:


IHSG kemarin bergerak menguat didukung oleh saham semen, infrastruktur ditengah melemahnya saham pertambangan dan konsumer. Indeks terlihat bergerak volatile dan sempat berada di teritori negatif sebelum akhirnya menguat pada sesi 2. Hari ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak fluktuatif. Tekanan jual kami perkirakan akan mulai membayangi pergerakan indeks. Saham semen, bank, infrastruktur dapat menjadi pilihan untuk trading hari ini. Kisaran support-resistance 3.725-3.772.

Kresna Sekuritas:

Minimnya katalis membuat IHSG tertekan pada awal perdagangan namun berhasil ditutup positif. IHSG masih cenderung berkonsolidasi di kisaran 3700-3765 dengan BBRI dan ASII sebagai saham pilihan.

eTrading Securities:


Pada perdagangan hari senin IHSG ditutup menguat 16 point (+0.43%) dan berada di kisaran 3741, RSI masih berada diatas garis 50% yang menandakan masih dalam market bullish dan dari Stochastic terlihat sudah melakukan golden cross dari 3 hari perdagangan yang lalu dan semua indicator masih belum menunjukan adanya tanda overbought, asing sendiri masih melakukan net buy sebesar 403 milliar di pasar regular, saham-saham yang dapat diperhatikan untuk hari ini adalah CPIN, KRAS, SMGR dan MAPI.

Asjaya Indosurya Securities

Pasar belum dapat bergerak banyak karena banyak hal yang akan diantisipasi. Antara lain, perkembangan terkini dari dampak kebijakan uang ketat China dimana bila itu diberlakukan maka otomatis bank sentral China akan menaikkan suku bunganya. Apabila China melakukan pengetatan likuiditas maka dikhawatirkan permintaan dari pasar China akan turun dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia. Selanjutnya ialah dampak dari proses bail-out Irlandia oleh ECB dan IMF. Meskipun kondisi seperti Yunani diperkirakan tidak akan terjadi pada Irlandia namun, investor tetap saja khawatir terhadap hal itu. Apalagi, Portugal juga mulai mengalami
nasib yang sama.

Selain itu, pasar juga sedang menunggu data konsumsi, GDP, dan existing home sales AS. Bila hasilnya positif maka akan membuat pasar kembali bergairah. Semalam, mayoritas bursa AS ditutup negatif karena kekhawatiran penyelesaian utang Irlandia. Investor mencemaskan permasalahan Irlandia bisa meluas ke negara-negara Eropa lainnya. Penurunan bursa saham AS dikhawatirkan bisa menahan laju pergerakan IHSG hari ini.

Pada perdagangan Selasa (22/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.695-3.718 dan resistance 3.753-3.766. Candle telah membentuk pola hammer , lebih tepatnya hanging man yang mengindikasikan pergerakan naik suatu tren telah mencapai puncak dan kekuatan daya beli mulai berkurang. Tetapi, perlu dibutuhkan candle berikutnya untuk memastikan apakah akan terjadi reversal. MACD gagal bersinggungan dan cendrung flat. RSI, Williams %R, dan Stochastic telah meninggalkan area oversold menuju area overbought namun, akan tertahan.


(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads