Demikian disampaikan Direktur Keuangan dan Internasional BRI, Achmad Baiquni, di Kantornya Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (24/11/2010).
Proses pemecahan saham BRI dengan rasio tersebut, didasarkan dari perbandingan rasio tiga bank besar non BRI, diantaranya Bank Tabungan Negara (BTN). Selain itu, saham BRI juga dikelompokkan dalam tiga segmen berdasarkan tingkat likuiditasnya. Akhirnya disepakati rasio pemecahan 1:2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga penutupan perdagangan sesi I hari ini, saham BRI berada di level Rp 11.350, turun 2,15% dari pembukaan perdagangan tadi pagi Rp 11.650.
"Stock split pada dasarnya tidak merubah struktur permodalan maupun nilai kapitalisasi pasar. Ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan memperluas kepemilikan saham perseroan di BEI," ungkapnya.
Dengan stock split, maka saham yang ditempatkan dan disetor pernuh Rp 6.167.290.500.000 atau 24.669.162.000 saham seri A dwiwarna dan 24.669.161.999 saham seri B.
(wep/dnl)











































