Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum bisa keluar dari zona merah. Namun penurunannya sudah tidak terlalu tajam terbantu oleh aksi beli menjelang penutupan perdagangan
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 2,325 poin (0,06%) ke level 3.680,519. Namun penguatan ini tidak bertahan lama, hanya dalam waktu 5 menit sejak pembukaan, indeks langsung jatuh ke teritori negatif seiring anjloknya bursa-bursa regional terkena sentimen negatif konflik Korea Utara dan Korea Selatan.
Memasuki sesi siang, sebagian bursa di Asia mulai pulih, namun IHSG masih melemah. Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG masih melemah, turun 23,394 poin (0,64%) ke level 3.654.800.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) menguat di posisi Rp 8.950/US$ dibandingkan pembukaan tadi pagi di Rp 8.990/US$. Posisi Rupiah ini juga lebih kuat dibandingkan posisi kemarin di Rp 8.985/US$.
Kekhawatiran investor akan konflik perang saudara antara Korea Selatan dan Korea Utara masih melanda bursa saham dalam negeri. Padahal, beberapa bursa di regional sudah mulai pulih dan mencetak penguatan.
Seluruh sektor industri dalam negeri masih melemah. Pelemahan paling besar dipimpin oleh sektor industri komoditas, yaitu perkebunan dan tambang.
Posisi IHSG tertinggi hari ini berada di level 3.684,154 atau tepat pada saat pembukaan bursa, setelah itu indeks terus menurun. Posisi terendahnya hari ini berada di level 3.619,881, sangat rendah dan hampir meninggalkan level 3.600.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 122.790 kali pada volume 6,302 miliar lembar saham senilai Rp 5,784 triliun. Sebanyak 83 saham naik, 132 saham turun dan 77 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia belum sepenuhnya pulih, beberapa masih ada yang terjebak di teritori negatif. Indeks Kospi tinggal menunggu waktu saja untuk bangkit. Sementara bursa di China melenggang dengan santai di zona hijau dengan penguatan yang cukup signifikan.
Berikut kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 31,65 poin (1,12%) ke level 2.859,94.
- Indeks Hang Seng naik 127,72 poin (0,56%) ke level 23.023.86.
- Indeks Nikkei 225 turun 85,08 poin (0,84%) ke level 10.030,11.
- Indeks Straits Times naik 13,67 poin (0,44%) ke level 3.139,97.
- Indeks KOSPI turun tipis 2,96 poin (0,15%) ke level 1.925,98.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Schering Plough (SCPI) naik ke Rp 3.400 ke Rp 33.900, Indospring (INDS) naik Rp 2.600 ke Rp 15.700, Indomobil (IMAS) naik Rp 900 ke Rp 8.250, dan Multi Breeder (MBAI) naik Rp 850 ke Rp 19.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.500 ke Rp 44.000, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 750 ke Rp 24.300, Astra Internasional (ASII) turun Rp 450 ke Rp 53.750, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 450 ke Rp 27.550.











































