Saham Garuda Bakal Diincar Meski Ada Kasus Gangguan Sistem Penerbangan

Saham Garuda Bakal Diincar Meski Ada Kasus Gangguan Sistem Penerbangan

- detikFinance
Rabu, 24 Nov 2010 20:08 WIB
Jakarta - Proses penawasan umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Garuda Indonesia Airlines (Persero) akan terus melaju dan diprediksi masih diminati investor. IPO Garuda tak akan terganggu oleh kisruh IPO Krakatau Steel dan juga rusaknya sistem penerbangan Garuda.

Menurut Kepala Riset PT Recapital Securities, Pardomuan Sihombing, hal ini tidak menjadi ketakutan investor akan BUMN lain yang akan melantai di bursa.

"Investor itu saat ini semakin pintar. Ini nggak pengaruh sama sekali, lanjut saja," ungkapnya di Hotel Sultan, Senayan Jakarta, Rabu (24/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas tidak berfungsinya sistem baru terintegrasi Garuda Indonesia, hingga menyebabkan mundurnya jadwal penerbangan, juga tidak menyulutkan minat investor akan BUMN aviasi tersebut.

"Ini yang dinamakan dengan sentimen dan jangka pendek. Kalau armada ada trade off-nya, paling delay 2-3 hari. Tapi jadwal yang lain tetap jalan. Apalagi ganti sistem kan," ucap Pardomuan.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sampai akhir tahun depan tetap melaju. Terlebih potensi likuiditas US$ 600 miliar dari Amerika Serikat (AS) yang akan masuk ke negara berkembang, salah satunya Indonesia.

Proses IPO Garuda Indonesia ke pasar modal akan dilakukan dua tahap. Tahap pertama, Garuda akan melepas 30% kepemilikan saham, termasuk di dalamnya 10% milik PT Bank Mandiri Tbk, sisanya 10% menyusul melalui secondary offering.

Garuda mengharapkan target dana yang bisa diperoleh dari penjualan 40% saham ke publik itu sekitar berkisar Rp 3-4 triliun. Untuk aksi korporasi itu, Garuda akan menggunakan laporan keuangan triwulan III-2010.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads