Hal ini disampaikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Gedung DPR, Senayan, Rabu (24/11/2010).
"Saya kira tidak ada ya (pengaruh duo Korea), memang biasanya ada goyangan pada bursa namun mudah-mudahan ini tidak berlarut saya berharap tidak ada kemunduran jadwal rights issue BNI," ujar Mustafa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dirinya optimistis aksi korporasi perusahaan plat merah yang masih dalam tahap perencanaan juga akan diminati investor. "Saat ini saya fokus di BNI dan harus betul-betul selesai di 2011, sehingga tahun depan itu tahun nya bank Mandiri, bahwasanya ada IPO Garuda itu juga tidak ada masalah," jelas Mustafa.
Seperti diketahui, BankMandiri juga berencana untuk menggelar rights issue senilai Rp 14 triliun, di samping itu perusahaan plat merah penerbangan Garuda juga akan melaksanakan IPO dengan target Rp 3-4 triliun. Lalu rights issue BNI menargetkan dana sekitar Rp 10 triliun.
"Kita ingin arus asing masuk termasuk gairah pasar di dalam harus diimbangi dengan tambahan emiten, itu sebabnya kita ingin privatisasi ini dan kita telah menyiapkan list untuk 2011," jelasnya.
Dirinya telah merundingkan dengan Menteri Perekonomian Hatta Rajasa di mana target di tahun 2011 yang akan melakukan IPO itu antara 7-10 perusahaan.
"Inflow akan dimanfaatkan melalui privatisasi karena ini bagus masuk kalau tidak dimanfaatkan akan jadi bubble," tuturnya.
(dru/dnl)










































