Konflik Korea Jangan Ganggu Pelepasan Saham BNI, Bank Mandiri, dan Garuda

Konflik Korea Jangan Ganggu Pelepasan Saham BNI, Bank Mandiri, dan Garuda

- detikFinance
Rabu, 24 Nov 2010 21:05 WIB
Jakarta - Pemerintah berharap konflik Korea Utara dan Korea Selatan tak berlarut-larut sehingga tak mengganggu proses aksi korporasi 3 BUMN di pasar modal yaitu penawaran saham perdana (IPO) PT Garuda Indonesia serta rights issue PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Mandiri Tbk.

Hal ini disampaikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Gedung DPR, Senayan, Rabu (24/11/2010).

"Saya kira tidak ada ya (pengaruh duo Korea), memang biasanya ada goyangan pada bursa namun mudah-mudahan ini tidak berlarut saya berharap tidak ada kemunduran jadwal rights issue BNI," ujar Mustafa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengungkapkan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pasar modal Indonesia. Sehingga, lanjut Mustafa gairah pasar dan investor masih akan berlanjut. "Tidak usah khawatir karena investor juga melihat pasar kita masih bagus," ungkapnya.

Selain itu, dirinya optimistis aksi korporasi perusahaan plat merah yang masih dalam tahap perencanaan juga akan diminati investor. "Saat ini saya fokus di BNI dan harus betul-betul selesai di 2011, sehingga tahun depan itu tahun nya bank Mandiri, bahwasanya ada IPO Garuda itu juga tidak ada masalah," jelas Mustafa.

Seperti diketahui, BankMandiri juga berencana untuk menggelar rights issue senilai Rp 14 triliun, di samping itu perusahaan plat merah penerbangan Garuda juga akan melaksanakan IPO dengan target Rp 3-4 triliun. Lalu rights issue BNI menargetkan dana sekitar Rp 10 triliun.

"Kita ingin arus asing masuk termasuk gairah pasar di dalam harus diimbangi dengan tambahan emiten, itu sebabnya kita ingin privatisasi ini dan kita telah menyiapkan list untuk 2011," jelasnya.

Dirinya telah merundingkan dengan Menteri Perekonomian Hatta Rajasa di mana target di tahun 2011 yang akan melakukan IPO itu antara 7-10 perusahaan.

"Inflow akan dimanfaatkan melalui privatisasi karena ini bagus masuk kalau tidak dimanfaatkan akan jadi bubble," tuturnya.

(dru/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads