Konsumen diprediksi akan membelanjakan uangnya lebih banyak pada hari belanja terbesar sepanjang tahun ini. Data menunjukkan geliat di sektor konsumer, sehingga saham-saham peritel pun langsung terangkat.
"Belanja konsumen terus membaik. Meski situasi pengangguran, yang semua orang ketahui sangat buruk, melambat, namun secara pasti sudah membaik," ujar Bryant Evans, analis dari Cozad Asset Management seperti dikutip dari Reuters, Kamis (25/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Rabu (24/11/2010), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 150,91 poin (1,37%) ke level 11.187,28. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 17,62 poin (1,49%) ke level 1.198,35 dan Nasdaq menguat 48,17 poin (1,93%) ke level 2.543,12.
Saham peritel online Amazon.com melonjak hingga 5,4% dan hampir mencapai rekor tertingginya di US$ 177,25. Indeks konsumer S&P naik hingga 2% dan sepanjang tahun ini sudah melonjak 22,5%.
Namun perdagangan sangat tipis karena sudah banyak investor yang libur untuk merayakan Thanksgiving. Transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 6,1 miliar lembar saham, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 8,67 miliar lembar saham.
(qom/qom)











































