Aksi Beli Selektif Tahan IHSG

Rekomendasi Saham

Aksi Beli Selektif Tahan IHSG

- detikFinance
Kamis, 25 Nov 2010 07:40 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup turun tipis setelah sempat terpuruk tajam akibat imbas dari krisis di Semenanjung Korea yang juga menyebabkan pelemahan bursa-bursa regional. Namun seiring rebound bursa-bursa Asia, IHSG pun sedikit membaik.

Pada perdagangan, Rabu (24/11/2010), IHSG turun 19,417 poin (0,53%) ke level 3.658,777. Indeks LQ 45 melemah 4,991 poin (0,74%) ke level 668,153.

Penguatan bursa-bursa utama dunia kembali akan menjadi katalis positif bagi penguatan IHSG. Investor akan memanfaatkan positifnya bursa-bursa setelah terkena imbas negatif perseteruan Korea itu, untuk melakukan aksi beli selektif. IHSG pada perdagangan Kamis (25/11/2010) diprediksi bergerak mixed cenderung menguat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Posisi indikator Candle yang hampir menuju area oversold mengindikasikan masih banyaknya tekanan jual. Dimungkinkan bagi IHSG untuk bergerak mixed. IHSG mencoba untuk rebound, meskipun masih dalam tren melemah. Saham-saham lapis kedua bisa menjadi pilihan untuk ditransaksikan sambil menunggu konfirmasi saham-saham unggulan untuk break and reversal," ujar Reza Priyambada, Managing Research PT. Asjaya Indosurya Securities.

Semalam Bursa Wall Street kembali hingar bingar setelah keluarnya data pengangguran yang sudah menurun tajam dan juga tanda-tanda membaiknya belanja konsumen menyambut Thanksgiving.

Pada perdagangan Rabu (24/11/2010), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 150,91 poin (1,37%) ke level 11.187,28. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 17,62 poin (1,49%) ke level 1.198,35 dan Nasdaq menguat 48,17 poin (1,93%) ke level 2.543,12.

Bursa Jepang juga dibuka langsung menguat. Indeks Nikkei-225 pagi ini tercatat menguat 30,13 poin (0,30%) ke level 10.060,24.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Finan Corpindo Nusa:

IHSG kembali terkoreksi didorong oleh sentimen negatif dari konflik di Semenanjung Korea serta krisis utang Irlandia yang dikhawatirkan akan menyebar ke Spanyol dan Portugal meskipun sebagian bursa Asia berhasil ditutup menguat. Untuk Kamis, IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support 3.620 dan resistance 3.690. Momentum koreksi dapat digunakan untuk mengakumulasi saham-saham berfundamental baik.

Panin Sekuritas:

IHSG masih berada di area negatif ditengah mulai menguatnya bursa regional terkait dengan memanasnya situasi di semenanjung Korea, krisis hutang Irlandia, serta pengetatan moneter China. Hari ini kami perkirakan indeks berpeluang untuk rebound. Munculnya aksi beli pada sesi 2 kemarin juga memperkuat kemungkinan adanya selective buying pada pasar. Kisaran support-resistance 3.635-3.678.

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari rabu IHSG melemah 19 point (-0.53%) dan ditutup di kisaran 3658, IHSG melakukan rebound setelah sempat menyentuh level 3619, sehingga membuat formasi hammer yang merupakan tanda reversal dan harus dikonfirmasi pada hari ini, dari RSI terlihat masih berada di atas garis 50%, pada hari ini IHSG akan berada dalam kisaran 3630-3730 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan pada hari ini antara lain NIKL, CMNP, GZCO dan BUVA.

Kresna Sekuritas:

IHSG kembali tertekan sentimen regional setelah China mulai mengontrol laju pertumbuhan kredit. IHSG diperkirakan masih cenderung berkonsolidasi di kisaran 3620-3700 dengan ANTM dan INDF sebagai saham pilihan.

Kapita Sekurindo:


Setelah terjadi koreksi di hari sebelumnya, kemarin (24/11/2010) bursa regional rata-rata ditutup menguat. Penguatan bursa Asia disebabkan cepatnya respon dunia (khususnya AS dan lembaga tinggi Dunia) terhadap penyelesaian masalah Korsel dan Korut. Namun situasi tersebut belum direspons positif oleh pelaku pasar Bursa Indonesia melainkan dijadikan momentum untuk realisasi gain jangka pendek bagi investor lokal maupun luar negeri. Selain itu peningkatan bea keluar CPO menjadi 15% yang akan efektif bulan Desember tahun ini menjadi sentimen negatif saham komoditas berbasis CPO.

Stock Watch: Buy: BBNI, Hold: JSMR, ASII.

Asjaya Indosurya Securities:

Pelemahan selama beberapa hari yang melanda bursa saham Indonesia menjadikan beberapa saham unggulan sudah mendekati area oversold. Pasar mulai mengurangi kecemasan akan terjadinya perang yang lebih besar lagi di Semenanjung Korea. Apalagi China dan AS berupaya untuk mencegah perang tersebut terjadi dan menjaga agar perang tidak meluas. Akan tetapi, fokus investor saat ini ialah ke kawasan Eropa. Setelah penurunan rating Irlandia oleh S&P, investor mulai ragu-ragu akan kemampuan Irlandia dalam menyelesaikan permasalahan utangnya. Hal itu diperparah dengan adanya berita yang mengatakan negara selanjutnya yang akan mendapat dana talangan ialah Portugis. Sehingga pasar berspekulasi akan banyaknya negara-negara Eropa yang akan dibail-out.

Pasar juga masih mencermati perkembangan data-data Ekonomi AS. Secara perlahan mulai menunjukkan pemulihan namun, belum cukup untuk lebih meyakinkan pasar bahwa AS telah pulih. Kebijakan uang ketat di China hampir luput dari pengamatan investor namun, selama China belum merubah kebijakannya maka investor tidak akan bereaksi berlebihan terhadap kondisi ini.

Pada perdagangan Kamis (25/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.596-3.636 dan resistance 3.700-3.724. Posisi indikator Candle yang hampir menuju area oversold mengindikasikan masih banyaknya tekanan jual. Dimungkinkan bagi IHSG untuk bergerak mixed. IHSG mencoba untuk rebound, meskipun masih dalam tren melemah. Saham-saham lapis kedua bisa menjadi pilihan untuk ditransaksikan sambil menunggu konfirmasi saham-saham unggulan untuk break and reversal.

Woori Korindo Securities Indonesia:

IHSG kembali terjebak dalam teritori negatif pada perdagangan kemarin dengan posisi terakhir indikator Stochastic Oscilator membentuk pola dead cross mengikuti pola MACD yg memang masih dalam kondisi tertekan sementara indikator RSI sudah mulai berada dibawah 50. Namun yg menarik posisi penutupan IHSG berada pada area median indikator bolinger band sehingga menyimpan potensi technical rebound bergantung pada kondisi pergerakan bursa Eropa dan AS yg masih menyimak perkembangan krisis utang di Eropa. IHSG hari ini kami perkirakan akan bergerak pada kisaran 3.624-3.688. Saham pilihan KLBF, BBNI, NIKL, CPIN dan BNII.


(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads