Jamsostek Investasikan Rp 22-23 Triliun di Saham Pada 2011

Jamsostek Investasikan Rp 22-23 Triliun di Saham Pada 2011

- detikFinance
Jumat, 26 Nov 2010 07:28 WIB
Jamsostek Investasikan Rp 22-23 Triliun di Saham Pada 2011
Jakarta - PT Jamsostek (Persero) siap menanamkan investasi di saham yang lebih besar pada tahun 2011. Jamsotek telah menyiapkan dana Rp 22-23 triliun untuk membeli instrumen saham sebagai bagian dari investasi perseroan.

Hal ini sempat diutarakanΒ  Direktur Investasi Jamsostek Elvyn Massasya, saat ditemui rekan media di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (25/11/2010) malam.

"Tahun depan investasi kami akan ditingkatkan, dari Rp 18 triliun tahun ini menjadi Rp 22-23 triliun," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Elvyn menambahkan, Jamsostek tetap konsisten melakukan investasi pada instrumen saham. Pasalnya, outlook ekonomi Indonesia masih dipandang baik pada masa yang akan datang. Ini termasuk juga pasar modal yang menjadi pintu masuk aliran dana asing (capital inflow), sebelum beralih ke investasi langsung (Foreign Direct Investment/FDI).

"Kita sebagai perusahaan investasi tentu memilih yang long term (investasi jangka panjang), dan saham yang dipilih adalah saham blue chip, bukan oseng-oseng karena konsep long term itu," paparnya.

Menurutnya, tahun depan Jamsostek lebih banyak berinvestasi di jenis saham komoditi, khususnya mining, kemudian consumer. Tidak lupa, Jamsostek juga siap masuk pada jenis-jenis saham infrastruktur.

Mengapa? "Karena jenis saham tersebut related dengan pekerja Jamsostek. Jadi infrastruktur, mining dan consumer akan jadi prioritas," ucap Elvyn.

Dan tentu, investasi saham yang dilakukan Jamsostek tidak sembarangan. Perseroan akan memantau harga yang bersangkutan. Selama dianggap cukup murah, saham akan dibeli Jamsostek. "Kita masuk dengan PE (price earing) rendah tapi fundamental bagus," imbuhnya.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads