Hal ini sempat diutarakanΒ Direktur Investasi Jamsostek Elvyn Massasya, saat ditemui rekan media di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (25/11/2010) malam.
"Tahun depan investasi kami akan ditingkatkan, dari Rp 18 triliun tahun ini menjadi Rp 22-23 triliun," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sebagai perusahaan investasi tentu memilih yang long term (investasi jangka panjang), dan saham yang dipilih adalah saham blue chip, bukan oseng-oseng karena konsep long term itu," paparnya.
Menurutnya, tahun depan Jamsostek lebih banyak berinvestasi di jenis saham komoditi, khususnya mining, kemudian consumer. Tidak lupa, Jamsostek juga siap masuk pada jenis-jenis saham infrastruktur.
Mengapa? "Karena jenis saham tersebut related dengan pekerja Jamsostek. Jadi infrastruktur, mining dan consumer akan jadi prioritas," ucap Elvyn.
Dan tentu, investasi saham yang dilakukan Jamsostek tidak sembarangan. Perseroan akan memantau harga yang bersangkutan. Selama dianggap cukup murah, saham akan dibeli Jamsostek. "Kita masuk dengan PE (price earing) rendah tapi fundamental bagus," imbuhnya.
(wep/qom)










































