Grup Rajawali Kuasai 23,6% Saham Nusantara Infrastruktur

Grup Rajawali Kuasai 23,6% Saham Nusantara Infrastruktur

Whery Enggo Prayogi, Angga Aliya ZRF - detikFinance
Jumat, 26 Nov 2010 15:31 WIB
Jakarta -

Grup Rajawali menguasai 23,6% saham di PT Nusantara Infrastruktur Tbk (META). Pembelian 3,2 miliar lembar saham itu difasilitasi Credit Suise Securities (CS) di pasar negoasiasi seharga Rp 448 miliar dari UOB Securities.

Menurut Managing Director Mining Resources Rajawali Corp Darjoto Setiawan, Grup Rajawali berniat untuk mengembangkan lini bisnis infrastruktur dalam rangka mendukung bisnis utamanya di pertambangan.

"Infrastruktur kan dekat sekali dengan mining, nanti kita bisa kembangkan untuk bikin jalan raya, rel kereta api dan pelabuhan," katanya saat dihubungi detikFinance, Jumat (26/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Transaksi dilakukan pada perdagangan hari ini sebanyak 4 kali, CS membeli sejumlah saham itu di harga Rp 140, diskon Rp 85 atau setara 37,77% dari harga pasar saat ini sebanyak Rp 225 per lembar saham. Seluruh dana yang digunakan untuk membeli saham itu berasal dari kas internal.

Menurut Darjoto, perseroan masih akan meningkatkan kepemilikan sahamnya di emiten berkode META itu sampai bisa menguasai kepemilikan mayoritas. Namun, saat ini saham yang tersedia untuk dijual hanya sebanyak 3,2 miliar lembar.

"Saham yang available cuma 3,2 miliar lembar. Kalau bisa kan kita ingin tingkatkan terus sampai menjadi mayoritas," ungkapnya.

Selain META, menurutnya masih ada beberapa perusahaan lain yang akan diambil kepemilikan sahamnya, terutama di sektor infrastruktur. Namun demikian, ia enggan membocorkan nama-nama dari perusahaan yang akan diakuisisi tersebut.

"Kita masih ada beberapa yang diincar, tapi belum bisa saya buka sekarang," jelasnya.

Namun berdasarkan data perdagangan BEI, CS memborong saham META sebanyak 13 juta lot atau setara dengan 6,5 miliar lembar saham. Harga sahamnya tetap sama Rp 140 per lembar, namun dengan jumlah saham yang lebih banyak maka nilai transaksinya menjadi sebanyak 910 miliar.

Hal ini ditegaskan oleh Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Wan Wei Yiong. Menurutnya, 4 kali transaksi yang dilakukan antara CS dan UOB bernilai Rp 910 miliar. "Ini bukan crossing, tapi nego CS sebagai anggota bursa beli dan UOB yang jual," katanya.

(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads