IHSG sempat bangkit lagi menembus level 3.700, namun akhirnya menutup akhir pekan di bawah level psikologis 3.700. Sepanjang pekan lalu IHSG mengalami penurunan sebesar 2,22% dan merupakan penurunan terbesar setelah bursa saham Hong Kong yang mengalami penurunan sebesar 3,09%.
Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Senin (22/11/2010), IHSG menguat 16,181 poin (0,43%) ke level 3.741.229.
- Selasa (23/11/2010), IHSG jatuh 63,035 poin (1,68%) ke level 3.678,194.
- Rabu (24/11/2010), IHSG turun 19,417 poin (0,53%) ke level 3.658,777.
- Kamis (25/11/2010), IHSG menguat 43,236 poin (1,18%) ke level 3.702,013.
- Jumat (26/11/2010), IHSG terkoreksi 59,513 poin (1,61%) ke level 3.642,500.
"IHSG akhir pekan lalu turun tajam akibat spilled over affect dari ketegangan militer antara Korea Utara dan Korea Selatan, kemungkinan kebijakan pengetatan likuiditas baru yang akan dikeluarkan Bank Sentral China dan kekhawatiran lanjutan atas tingkat utang di Negara Spanyol dan Portugal setelah dana talangan kepada Yunani dan Irlandia," jelas Arifin Hasudungan, Research Analyst Bapindo Bumi Sekuritas.
Meski masih dibayangi pelemahan, namun hadirnya emiten baru, PT Wintermar Offshore Marine Tbk diharapkan bisa membawa penyegaran di lantai bursa. IHSG pada perdagangan Senin (29/11/2010) diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Investor diprediksi masih akan melanjutkan aksi beli selektifnya.
"Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran support 3.593,37 - 3.750,11 resistance dengan kecenderungan melemah," imbuh Arifin.
Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu melemah setelah liburan Thanksgiving akibat tekanan pada saham-saham komoditas. Banyak investor hengkang untuk mengamankan investasinya karena ketakutan akan menyebarnya krisis finansial Eropa.
Pada perdagangan Jumat (26/11/2010), indeks Dow Jones industrial jatuh 95,28 point, atau 0,85% ke level 11.092. Indeks The Standard & Poor's 500 turun tipis 8,95 point, atau 0,75% ke level 1.189,40. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 8,56 point, atau 0,34% ke level 2.534,56.
Sedangkan Bursa Jepang mengawali perdagangan awal pekan ini dengan penuh keragu-raguan. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Senin ini dengan kenaikan tipis 34,96 poin (0,35%) ke level 10.080,12.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
Pada perdagangan hari jumat IHSG ditutup melemah 59 point (-1.6%) dikarenakan adanya konflik korea yang semakin memanas, asing sendiri masih melakukan net sell sebesar 1.016 milliar di pasar regular, dari RSI terlihat telah berada di garis 50% dan stochastic juga masih menunjukan downtrend, pada hari senin ini IHSG berada dalam kisaran 3600-3700.
Kresna Sekuritas:
Minimnya katalis membuat pasar dalam tekanan jual. Volatilitas yang tinggi ini diperkirakan masih dapat berlanjut. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3600-3680 dengan INDF dan SMCB sebagai saham pilihan.
Bapindo Bumi Sekuritas:
Pada hari ini (29/11) kami memproyeksikan IHSG akan terus melanjutkan penurunannya, menginggat pada perdagangan akhir pekan lalu candle IHSG membentuk black spinning top (bearish reversal patterns), yang artinya selling power masih lebih dominan. Sementara itu indikator stochastic masih memberikan sinyal penurunan (dead cross). Sejauh ini belum ada indikator teknikal yang memberikan sinyal pembalikan arah (reversal). Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran support 3.593,37 - 3.750,11 resistance dengan kecenderungan melemah.
Sepanjang pekan ini pergerakan pasar saham dunia akan dipengaruhi oleh rilisnya data tentang industrial production Jepang, manufacturing survey China, GDP Australia, consumer confidence US, klaim pengangguran mingguan US, employment situation US, pending home sales index US dan indeks manufaktur non ISM US. Serta ketegangan militer antara Korea Utara dan Korea Selatan dan tingkat utang negara-negara Uni Eropa.
Saham-saham pilihan hari ini: BJBR, INDY, LSIP, BWPT, TBIG.
Saham-saham pilihan yang bisa di koleksi sepanjang pekan ini: ICBP, INDY, MYOR, SMGR, WIKA.
Asjaya Indosurya Securities:
Apa yang diharapkan pasar telah sirna, baik terhadap kenaikan lanjutan dan berkurangnya ketegangan Duo Korea. Mulai kembali memanasnya situasi konflik Duo Korea mulai mencemaskan pasar sehingga investor banyak melepas saham dan mengalihkan ke aset lainnya yang dinilai lebih aman. Bila konflik terus terjadi maka dikhawatirkan akan mengganggu perekonomian KorSel dengan banyak negara.
Bahkan Kepala BPS pun mengatakan jika perang berkelanjutan dengan eskalasi semakin tinggi tentu saja berdampak ke perekonomiannya sehingga bisa mengganggu ekspor Indonesia. Hal inilah yang ditakutkan investor, apalagi konflik ini juga melibatkan China (sekutu KorUt) dan AS (sekutu KorSel). Pasar juga merespon negatif isu bail-out akan diberikan kepada Portugal dan Spanyol.
Kondisi ini membuat khawatir investor akan meluasnya krisis utang di Eurozone dan Nilai Euro pun langsung anjlok terhadap US$, meskipun akhirnya keduanya membantah isu tersebut. Pasar menunggu kepastian penerapan kebijakan uang ketat di China. Pasar bisa kembali tenang bahkan mengalami kenaikan bila sudah ada kepastian terhadap konflik Korea dan kondisi keuangan Eurozone. Selama hal itu belum pasti maka volatilitas pasar akan tetap tinggi dan pergerakan bursa pun akan sulit diprediksi.
Pada perdagangan Senin (26/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.583-3.612 dan resistance 3.691-3.740. Setelah candle gagal diharapkan membentuk full white body untuk melanjutkan penguatan pekan depan, terakhir membentuk long black candle yang mengindikasikan penurunan. Adanya pencatatan saham BORN tidak mampu mengangkat pasar ke zona positif, meskipun ditutup menguat. Diharapkan hari ini bisa tercipta pola inverted hammer atau gravestone doji sehingga pasar bisa reversal dan menguat di hari-hari berikutnya. Masih ada Wintermar dan MIDI yang diharapkan bisa meramaikan pasar.
(qom/qom)











































