Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 37 poin akibat tekanan jual pada saham-saham unggulan. Namun, saham properti dan infrastruktur mencetak penguatan tipis sehingga menjadi penopang kejatuhan indeks.
Membuka perdagangan awal pekan ini, IHSG turun 13,481 poin (0,37%) ke level 3.629,019. Indeks tertekan oleh banyaknya sentimen negatif bersamaan dengan melemahnya mayoritas bursa regional lainnya, meski Irlandia baru saja mengumumkan bailout senilai 85 miliar euro.
Penyelesaian masalah di Irlandia justru membuat mayoritas bursa regional melemah. Sementara Mata uang tunggal, euro langsung melorot ke titik terendahnya dalam 2 bulan terakhir setelah Irlandia secara resmi akan menerima bailout sebesar 85 miliar atau setara dengan US$ 113 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paket penyelamatan Irlandia mungkin memberikan stabilitasi sedikit, namun pada akhir perdagangan pasar masih sangat sangat tertarik dengan apa yang terjadi pada Portugal dan Spanyol," ujar Stuart Ive, pialang senior dari HiFX seperti dikutip dari AFP.
Sejak awal pembukaan hingga siang ini, IHSG sama sekali belum mencetak penguatan. Pada penutupan perdagangan Sesi I, Senin (29/11/2010), IHSG 37,217 poin (1,03%) ke level 3.605,283. Indeks LQ 45 turun 6,466 poin (0,98%) ke level 655,370.
IHSG bahkan sempat menyentuh level terendahnya hari ini di 3.573,221, jatuh lebih dari 50 poin dari saat pembukaan. Sementara raihan tertingginya hari ini hanya berada di level 3642.877 pada perdagangan preopening.
Setelah jatuh cukup dalam, IHSG bisa sedikit menahan kejatuhannya dengan penguatan pada saham-saham sektor industri properti dan infrastruktur yang mencetak penguatan tipis. Sementara pelemahan terbesar berada di sektor finansial dan perdagangan.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 57.103 kali pada volume 6,399 miliar lembar saham senilai Rp 2,703 triliun. Sebanyak 49 saham naik, 167 saham turun dan 60 saham stagnan.
Selain sentimen global dan regional, melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) membuat kekhawatiran terhadap perusahan-perusahaan yang biasa impor bahan baku, karena ongkos produksinya diperkirakan akan naik. Dengan demikian banyak investor melepas sahamnya di perusahaan atau emiten seperti itu.
Beberapa mata uang lainnya di Asia juga melemah atas respon terhadap konflik militer antara Korea Utara dan Korea Selatan. Hal ini memengaruhi pergerakan bursa di masing-masing negara di Asia.
Berikut kondisi bursa-bursa regional di siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 16,73 poin (0,58%) ke level 2.854,97.
- Indeks Hang Seng naik tipis 15,90 poin (0,07%) ke level 22.893,15.
- Indeks Nikkei 225 turun 84,03 poin (0,84%) ke level 10.123,59.
- Indeks Straits Times naik 7,78 poin (0,25%) ke level 3.150,30.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Schering Plough (SCPI) naik Rp 2.000 ke Rp 37.900, Indospring (INDS) naik Rp 1.250 ke Rp 15.400, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 600 ke Rp 11.200, dan Fastfood Indonesia (FAST) naik Rp 400 ke Rp 10.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sepatu Bata (BATA) turun Rp 3.000 ke Rp 62.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.250 ke Rp 41.450, Multibreeder (MBAI) turun Rp 950 ke Rp 17.900, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 23.400.











































