Privatisasi BUMN Jadi Awal 'Asingisasi'

Privatisasi BUMN Jadi Awal 'Asingisasi'

- detikFinance
Senin, 29 Nov 2010 12:37 WIB
Jakarta - Langkah pemerintah untuk melakukan privatisasi terhadap BUMN merupakan suatu awal untuk membuka pintu kepada pihak asing untuk menguasai BUMN. Ini membuat pengaruh asing terhadap perekonomian Indonesia semakin luas.

Demikian disampaikan oleh Pengamat Ekonomi Uinversitas Indonesia Sri Edi Swasono saat ditemui di sela Seminar Strategi Globalisasi Perekonomian Indonesia di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (29/11/2010).

"Privatisasi itu awal dari asingisasi," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, Sri Edi menegaskan untuk menunda semua bentuk privatisasi BUMN. Hal ini guna mengurangi pengaruh asing dalam perekonomian Indonesia.

"Tunda saja dulu (privatisasi)," katanya.

Sri Edi mencontohkan, kasus IPO saham PT Krakatau Steel Tbk (KS) merupakan suatu bentuk perampokan. Pasalnya, harga saham yang ditentukan sebesar Rp 850 per lembar dinilai rendah jika dibandingkan kemampuan saham perusahaan plat merah tersebut.

"Itu melanggar, itu perampokan. Waktu 850 itu oversubscribe. Menteri BUMN bilang kalau dinaikkan peminatnya menurun. Tahunya begitu jadi, harganya bisa 3 ribu. Itu perampokan," tuturnya.

Melihat kasus tersebut, Sri Edi menilai privatisasi BUMN merupakan awal dari asingisasi. Dia melihat banyak pengaruh asing yang turut berkecimpung dalam kasus Krakatau Steel tersebut.
(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads