Bakrie 7 Tak Lagi Dominasi Pasar Saham

Bakrie 7 Tak Lagi Dominasi Pasar Saham

- detikFinance
Senin, 29 Nov 2010 12:55 WIB
Jakarta - Kinerja saham perusahaan Grup Bakrie di bursa saham tak lagi dominan sebagai penggerak pasar. Hilangnya dominasi dari perusahaan Grup Bakrie ini menghilangkan kekhawatiran Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai pengelola pasar.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito ketika ditemui di sela acara Economic Outlook 2011 di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin (29/11/2010).

"Bumi Resources di 2007-2008 lebih dari 20% market cap di BEI, kalau digabungkan another seven brothers mencapai 32%. Di awal 2008, kami sebagai pengelola pasar saham, dibuat khawatir karena dominasi itu. Sekarang sudah sehat, tidak ada dominasi itu. Grup Bakrie sekarang ini market share-nya tidak lebih dari 15%," tutur Eddy.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Per 26 November 2010, 20 perusahaan tercatat di bursa dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar adalah:
  • Astra Internasional (ASII)
  • Telkom (TLKM)
  • BCA (BBCA)
  • Bank Mandiri (BMRI)
  • BRI (BBRI)
  • Unilever (UNVR)
  • HM Samperna (HSBP)
  • Perusahaan Gas Negara (PGAS)
  • Gudang Garam (GGRM)
  • United Tractor (UNTR)
  • Adaro (ADRO)
  • Bumi Resources (BUMI)
Sementara untuk perusahaan dengan nilai perdagangan terbesar adalah:
  • Bumi Resources (BUMI)
  • Telkom (TLKM)
  • Astra International (ASII)
  • Adaro (ADRO)
  • BRI (BBRI)
  • Perusahaan Gas Negara (PGAS)
  • Bank Mandiri (BMRI)
  • Semen Gresik (SMGR)
  • Indofoof (INDF)
  • United Tractor (UNTR)
Disampaikan Eddy, saat ini jumlah perusahaan yang tercatat di BEI mencapai 413 perusahaan. Dan kondisi pasar modal Indonesia sudah membaik pasca krisis ekonomi global di 2008.

"Saat krisis Oktober 2008 saham Astra di bawah Rp 7 ribu. Sekarang Rp 54 ribu. Jadi sudah lebih dari 7 kali lipat. Begitu juga BNI dulu pernah Rp 600 hari ini Rp 4.000," tukas Eddy.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads