Demikian disampaikan Komisaris Independen AGRO, J. Siswanto dalam paparan publik di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD Jakarta, Senin (29/11/2010).
Memang, pemegang saham AGRO telah menyetujui masuknya investor baru, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dalam tubuh bank yang fokus pada sektor agrobisnis ini. BRI akan masuk menjadi pengendali saham baru Bank Agro dengan membeli 3.030.239.023 lembar saham, atau setara dengan 88,65% dari total saham yang dicatatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, pasca penandatanganan akta akuisisi dan penyelesaian pembayaran di 30 Desember 2010, BRI akan memiliki 76%, Dapendun akan terdelusi dari sebelumnya 95,78% menjadi 14%, dan publik 10%.
Namun, tegas Komisaris Utama AGRO Roswita Nilakurnia, struktur kepemilikan BRI bisa kembali terdeluasi jika publik mengeksekusi waran III miliki mereka sebanyak 496.008.678 lembar. Batas waktu eksekusi waran sendiri dijadwalkan pada bulan Mei 2011.
AGRO juga tetap ekspansi dalam penyaluran kredit UKM, khususnya pada bidang agrobisnis, meskpiun kepemilikannya saham pengendali akan berganti dari Dapenbun kepada BRI.
"Kita tetap akan di UKM khususnya sektor agro. Ini (akusisi oleh BRI) justru akan complement (melengkapi)," tegas Roswita.
(wep/ang)











































