Namun ternyata, penjamin emisi (underwriter) KS yakni Danareksa, Bahana Securities, dan Mandiri Sekuritas menentukan harga final saham IPO KS sebesar Rp 850 per lembar.
"Direktur Utama PT Krakatau Steel beserta Dewan Komisaris melakukan rapat pukul 8, waktu itu kami sepakat berdasar analisa yang kami punyai membawa angka Rp 950-1000Β itu ekspektasi kami," kata Fazwar dalam rapat dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat itu ada presentasi oleh salah satu pendukung yakni Credit Suisse, yang dipresentasikan kurva-kurva terkait book building awal," jelas Fazwar.
Dalam rapat tersebut, Komisi XI juga turut mengundang tiga penjamin emisi IPO KS yakni dari PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.
Seperti diketahui, KS melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun.
Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik. Namun penetapan harga saham IPO Rp 850 itu dinilai sangat murah dan berpotensi merugikan negara. IPO KS ini juga menuai gugatan dari 13 ekonom.
(dnl/qom)











































