DPR Ancam IPO KS Jadi 'Century Jilid II'

DPR Ancam IPO KS Jadi 'Century Jilid II'

- detikFinance
Selasa, 30 Nov 2010 06:31 WIB
Jakarta - Komisi XI DPR meminta manajemen PT Krakatau Steel Tbk (KS) untuk memberikan penjelasan yang transparan dan seterbuka mungkin. Jika tidak, DPR mengancam membuat Pansus dan ini bisa menjadikan kasus IPO KS seperti kasus Century.

Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR Maruarar Sirait dalam rapat dengan Direksi KS beserta 3 penjamin emisi (underwriter) yaitu Danareksa, Bahana Securities, dan Mandiri Sekuritas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/11/2010) malam.

"Anda tahu konsekuensinya kalau dibentuk Pansus. Itu situasinya politis dan sangat bergesekan dengan hukum. Jika dibentuk Pansus, kasus ini bisa jadi Century kedua," ancam anggota DPR dari FPDIP ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maruarar mempertanyakan pembentukan harga IPO KS Rp 850 per saham, padahal saat itu kondisi pasar saham sedang bullish.

Sebelumnya, dalam rapat yang sama, Direktur Utama KS Fazwar Bujang mengatakan, ekspektasi awal manajemen dan komisaris soal harga IPO KS adalah Rp 950-1.000 per lembar. Namun ternyata penjamin emisi dan pemerintah menentukan harga di kisaran Rp 800-1.150, dan akhirnya harga saham ditentukan Rp 850 per lembar.

KS melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun.

Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik. Namun penetapan harga saham IPO Rp 850 itu dinilai sangat murah dan berpotensi merugikan negara. IPO KS ini juga menuai gugatan dari 13 ekonom.

(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads