Gandeng Rajawali, META Ingin Jadi Pemain Infrastruktur Terbesar Asia

Gandeng Rajawali, META Ingin Jadi Pemain Infrastruktur Terbesar Asia

- detikFinance
Selasa, 30 Nov 2010 13:32 WIB
Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berambisi menjadi pemain sektor infrastruktur terbesar di Asia, setelah menggandeng Grup Rajawali, kelompok usaha milik Peter Sondakh.

META juga menargetkan penambahan aset menjadi Rp 40 triliun dengan masuknya Grup Rajawali, sebagai pemegang saham baru dengan menguasai 23,6% saham atau 3,2 miliar lembar.

Demikian disampaikan Direktur Utama META Ramdani Basri pada konferensi pers paska masuknya Rajawali Grup, di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan Jakarta, Selasa (30/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, di awal pengembangan bisnis infrastruktur pada tahun 2006 perseroan menargetkan menjadi pemain terbesar di Indonesia. Seiring dengan masuknya Grup Rajawali, optimisme META pun bertambah dengan target sebagai pemain infrastuktur terbesar di Asia.

"Dalam 5-7 tahun ke depan, dengan masuknya Rajawali maka kami akan jadi pemain infrastruktur terbesar di Asia. Kenapa tidak? Dengan Rajawali masuk juga menunjukkan besarnya potensi sektor ini," ungkapnya.

Menurutnya, demi mewujudkan mimpi tersebut perseroan siap mengakuisisi beberapa perusahaan infrastuktur, khususnya pada sub sektor jalur kereta, power plan, pelabuhan, ataupun jalan tol. Sayang, Ramdani belum mengungkapkan perusahaan yang mereka akan gaet.

"Kita sedang review. Kan dengan masuknya pemegang saham baru, maka kita harus kaji lagi. Beberapa perusahaan bahkan sudah menawarkan diri untuk diakuisisi, tapi kita masih lihat. Intinya kita akan ambil tidak hanya jalan tol. Infrastruktur kan banyak, ada pelabuhan, power, pelabuhan," jelas Ramdani.

Selama ini, katanya, META berbukti sebagai perusahaan dengan pertumbuhan aset yang signifikan. Di mulai dengan Rp 400 miliar, dengan akusisi dua ruas tol Bosowa-Makasar dan Jakarta-BSD. Kemudian berkembang menjadi Rp 600 miliar, kembali dengan akuisisi tol Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) sepanjang 11,7 km.

Dan kini, aset META tercatat Rp 4 triliun, dengan penambahan tol JORR W1 Kebun Jeruk-Penjaringan. "Mudah-mudahan M&E dapat terlaksana, dengan melihat track record kita selama ini dan dukungan balance sheet," tegasnya.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads