Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk hampir 100 poin akibat maraknya sentimen negatif di seluruh dunia. Indeks tak kuasa menahan pelemahan yang sudah terjadi sejak pembukaan perdagangan.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG sempat menguat tipis 0,521 poin (0,01%) ke level 3.631.631. Penguatan ini tidak bertahan lama karena setelah pukul 9.35 waktu JATS, indeks langsung melemah 8 poin ke zona merah dan terus bergerak di zona yang sama hingga siang ini.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG anjlok 62,505 poin (1,72%) ke level 3.568,131. Investor banyak melepas saham-saham blue chips di sektor konsumer, pertambangan dan perbankan. Hasilnya, saham-saham di sektor industri itu menjadi pemimpin dalam kejatuhan bursa siang hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks melemah menyusul pelemahan di bursa-bursa Asia yang tertekan oleh kondisi bursa Eropa. Selain itu, rencana China menaikkan suku bunga acuannya guna menjaga inflasi turut menjadi sentimen negatif pada pergerakan IHSG.
Hampir seluruh sektor perdagangan di bursa melemah, pelemahan terbesar terjadi di saham-saham konsumer dan industri lainnya yang turun sampai masing-masing 3,15% dan 4,19%. Namun demikian, industri properti bisa menahan kejatuhan IHSG dengan penguatan tipis 0,17%
IHSG sama sekali tidak mencetak penguatan yang signifikan sepanjang perdagangan, bahkan indeks sempat menyentuh level terendahnya pada penutupan hari ini. Sementara raihan tertingginya hari ini hanya berada di level 3.633,990 pada perdagangan preopening.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 146.116 kali pada volume 19,654 miliar lembar saham senilai Rp 10,132 triliun. Sebanyak 65 saham naik, 187 saham turun dan 55 saham stagnan.
Transaksi investor asing mencatat penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 260,479 miliar.
Bursa-bursa regional tertekan setelah nilai tukar Euro melemah akibat krisis yang berkepanjangan di Eropa. Pagi tadi, beberapa bursa regional masih mencetak penguatan tipis, namun sampai sore hari ini semuanya memerah.
Berikut kondisi bursa-bursa regional sore ini:
- Indeks Komposit Shanghai jatuh 46,17 poin (1,61%) ke level 2.820,18.
- Indeks Hang Seng turun 158,23 poin (0,68%) ke level 23.007,99.
- Indeks Nikkei 225 ambruk 188,95 poin (1,87%) ke level 9.937,04.
- Indeks Straits Times turun 14,02 poin (0,44%) ke level 3.144,19.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 97.000, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 600 ke Rp 11.800, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 350 ke Rp 6.500, dan Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 250 ke Rp 24.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.650 ke Rp 52.700, Gudang garam (GGRM) turun Rp 1.500 ke Rp 41.100, Indotambang (ITMG) turun Rp 1.450 ke Rp 48.950, dan Unilever (UNVR) turun Rp 1.050 ke Rp 15.050.











































