Giliran Portugal Tekan Wall Street

Giliran Portugal Tekan Wall Street

- detikFinance
Rabu, 01 Des 2010 07:18 WIB
Giliran Portugal Tekan Wall Street
New York - Saham-saham di bursa Wall Street berakhir di teritori negatif dalam periode perdagangan yang sangat fluktuatif di akhir November. Meski ditutup melemah, namun persentasenya berhasil diperkecil.

Krisis di Eropa belum juga menampakkan tanda-tanda mereda, setelah keluarnya kabar peringkat Portugal kemungkinan akan diturunkan juga. Hal itu langsung memicu aksi jual dalam volume besar di sesi akhir.

Namun aksi jual itu berhasil tertahan oleh data kepercayaan konsumen dan manufaktur AS yang cukup baik. Kedua hal yakni krisis Eropa dan membaiknya data perekonomian AS itu telah membuat tarik menarik yang cukup kuat di pasar saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anda memiliki sedikit tarik menarik antara investor-investor yang melihat lingkungan positif terhadap pasra saham dalam jangka menengah hingga panjang dan para pialang yang lebih khawatir atas dampak krisis Eropa dalam jangka pendek," ujar Tim Ghriskey, chief investment officer Solaris Asset Management seperti dikutip dari Reuters, Rabu (1/12/2010).

Pada perdagangan Rabu (30/11/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 46,47 poin (0,42%) ke level 11.006,02. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 7,21 poin (0,61%) ke level 1.180,55 dan Nasdaq melemah 26,99 poin (1,07%) ke level 2.498,23.

Data positif oleh perusahaan riset Conference Board menunjukkan kepercayaan konsumen pada November naik ke titik tertingginya sejak Juni. Hal itu langsung membuat saham-saham peritel menguat seperti Gap Inc naik 3,1%, Tiffany & Co naik 2,4%.

Saham Bank of America tercatat merosot tajam akibat spekulasi bank terbesar AS itu akan menjadi target berikutnya dari dokumen WikiLeaks. Saham Bank of America tercatat merosot 3,18%.

Dalam interviewnya dengan majalah Forbes, pendiri WikiLeaks Julian Assange mengklaim 'megaleaks' baru akan membidik bank-bank besar AS, dan rencananya akan dirilis awal tahun depan.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan volume transaksi di New York Stock Exchange mencapai 9,08 miliar lembar saham, di atas rata-rata sepanjang tahun ini sebesar 8,48 miliar lembar saham.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads