IHSG Belum Punya Dorongan Kuat

Rekomendasi Saham

IHSG Belum Punya Dorongan Kuat

- detikFinance
Rabu, 01 Des 2010 07:37 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup merosot tajam dalam volume perdagangan yang sangat besar. IHSG masih belum bisa terlepas dari sentimen negatif pelemahan bursa-bursa regional.

Pada perdagangan Selasa (30/11/2010), IHSG ambruk 99,425 poin (2,72%) ke level 3.531,211. LQ-45 turun 3,43% ke 638,08 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 3,04% ke 508,78. Total volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencapai 9,83 miliar unit saham dengan nilai total Rp 10,13 triliun.

"Hal ini diluar harapan setelah kemarin terjadi pengurangan daya jual di bursa. Berbagai macam kekhawatiran masih melanda investor sehingga memicu penjualan terhadap saham-saham di bursa. IHSG dipengaruhi pergerakan bursa Asia yang mayoritas di tutup turun, kecuali bursa Vietnam, Taiwan, KorSel, dan Bangladesh," ujar Reza Priyambada, Managing Research PT. Asjaya Indosurya Securities.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah pelemahan yang cukup tajam tersebut, IHSG diprediksi akan mulai membaik meski belum terbebas dari tekanan regional. Para analis memrediksi IHSG masih akan bergerak ragu-ragu dan belum ada doronan yang kuat untuk berbalik ke teritori positif untuk perdagangan Rabu (1/12/2010). Investor akan menantikan rilis data inflasi oleh BPS siang ini.

"Hari ini pasar diperkirakan masih bergerak melemah karena belum adanya sentimen positif yang signifikan membuat pasar naik namun, investor bisa melakukan pembelian selektif terhadap saham-saham pilihan, terutama adanya kabar positif mengenai pembagian dividen," imbuh Reza.

Kemarin saham-saham di bursa Wall Street berakhir di teritori negatif dalam periode perdagangan yang sangat fluktuatif di akhir November. Meski ditutup melemah, namun persentasenya berhasil diperkecil.

Pada perdagangan Rabu (30/11/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 46,47 poin (0,42%) ke level 11.006,02. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 7,21 poin (0,61%) ke level 1.180,55 dan Nasdaq melemah 26,99 poin (1,07%) ke level 2.498,23.

Bursa Jepang mengawali perdagangan Rabu ini dengan kenaikan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka naik tipis 3,63 poin (0,04%) ke level 9.940,67.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan hari selasa IHSG ditutup melemah 99 point (-2.73%), dari RSI terlihat IHSG telah berada dalam masa bearish dimulai dari hari senin dan asing pun pada perdagangan regular melakukan net sell sebesar 911 milliar, pada perdagangan hari ini IHSG berada dalam kisaran 3500-3600, saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain BSDE, DOID,BDMN dan HRUM.

Finan Corpindo Nusa:

Sentimen negatif dari kecemasanΒ  bahwa krisis utang Eropa akan menyebar meskipun Irlandia akanΒ  memperoleh dana talangan dari Uni Eropa serta kekhawatiran bahwa China akan menaikkan suku bunga nya menyebabkan IHSG terkoreksi tajam seiring dengan pelemahan bursa regional. Untuk Rabu, IHSG diperkirakan bergerak dengan supprt 3.500 dan resistance 3.600. Ditengah minimnya sentimen positif peluang koreksi IHSG masih terbuka meskipun sejumlah saham telah memasuki wilayah oversold.

Bapindo Bumi Sekuritas:

Pada perdagangan kemarin (30/11) IHSG ditutup turun tajam sebesar 2.74% pada level 3.531,21. Penurunan tajam kemarin sekaligus membentuk candle black spinning top dengan body cukup besar serta mempunyai lower dan upper shadow yang relatif lebih pendek. Indikator stochastic masih memberikan sinyal bahwa IHSG telah kehilangan momentumnya untuk naik (dead cross).

Sejauh ini belum ada indikator teknikal yang memberikan sinyal pembalikan arah (reversal). Hari ini kami memproyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran support 3.477,51 - 3.685,79 resistance dengan kecenderungan mixed to negative.

Saham-saham pilihan hari ini: APLN, BRAU, BWPT, HEXA, INDY..

Saham-saham pilihan hari ini: APLN, BRAU, BWPT, HEXA, INDY.

Asjaya Indosurya Securities:

China masih dilanda kekhawatiran dengan kenaikan beberapa harga barang khususnya bahan makanan yang terjadi di banyak daerah. Hal ini pun memicu kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga di Beijing karena mendorong pengetatan kredit sehingga membuat investor cemas akan perlambatan pertumbuhan ekonomi atau mengurangi jumlah uang beredar yang nantinya bisa mempengaruhi aktivitas perdagangan saham. Hal ini juga diperparah dengan kesulitan para pembuat kebijakan untuk menahan laju inflasi. Selain China, investor juga cemas terhadap kemungkinan penyebaran krisis utang di Eurozone. Meskipun Irlandia telah mendapat kesepakatan bailout 85 miliar euro, namun tetap saja memicu kecemasan krisis akan menyebar ke lainnya seperti, Spanyol dan Portugal. Kekhawatiran investor pun juga belum reda karena konflik geopolitik di semenanjung Korea yang suatu saat bisa memicu peperangan.

Hari ini pasar diperkirakan masih bergerak melemah karena belum adanya sentimen positif yang signifikan membuat pasar naik namun, investor bisa melakukan pembelian selektif terhadap saham-saham pilihan, terutama adanya kabar positif mengenai pembagian dividen.

Pada perdagangan Rabu (1/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.478-3.529 dan resistance 3.633-3.686. IHSG gagal membentuk pola reversal sehingga pasar belum mengkonfirmasi adanya pembalikan arah menuju penguatan. MACD terlihat masih melemah. RSI menuju area oversold. William's %R dan Stochastic kembali menuju area oversold.
(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads