Kadin Minta IPO BUMN Jalan Terus

Kadin Minta IPO BUMN Jalan Terus

- detikFinance
Rabu, 01 Des 2010 12:37 WIB
Kadin Minta IPO BUMN Jalan Terus
Jakarta - DPR meminta pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) sejumlah BUMN dihentikan sementara hingga masalah IPO PT Krakatau Steel Tbk tuntas. Namun Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto meminta agar IPO BUMN yang sudah siap tidak lagi ditunda-tunda.

Menurut Suryo, emakin banyak perusahaan, khususnya BUMN yang mencatatkan saham perdananya justru baik untuk industri pasar modal Indonesia. Jadi hendaknya jangan ada pemunduran rencana IPO BUMN, apabila jika perusahaan plat merah yang bersangkutan telah siap.

"Sekarang alasan pemundurannya apa. Kalau KS (IPO PT Kratakatau Steel) dianggap ada masalah, kita benahi. Kita tidak perlu memundurkan," ujar Suryo usai acara '2nd Indonesia Industry Research Forum 2010' di Hotel Gran Hyatt Jakarta, Rabu (1/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai, investor asing semakin percaya akan Indonesia. Negara ini memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dengan iklim demokrasi tergolong baik. Buktinya, aliran modal asing semakin deras masuk dan para pengolola dana (fund manager) juga yakin akan pasar domestik yang terus berkembang.

Jadi wacana pemunduran IPO BUMN, dalam hal ini PT Garuda Indonesia tidak lagi tepat. " Apalagi kalau suatu perusahaan siap untuk IPO. Semakin banyak perusaahaan masuk pasar modal, tentu manajeman akan lebih profesioanal dan akuntabilitasnya terjaga. Ini (IPO) ini untuk pemerataan," jelasnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, DPR mewacanakan penundaan seluruh privatisasi BUMN lewat penawaran saham perdana (Initial Public Offfering/IPO). Pemerintah melalui Kementerian BUMN baru diperkanankan menggelar proses IPO lahi saat isu miring penjatahan saham perdana KS tuntas.

"Kami dari PDIP meminta dihentikan semua rencana dan proses seluruh IPO sebelum kasus Krakatau Steel selesai," ujar Anggota DPR Fraksi PDIP Sukur Nababan kemarin.

Ia mencoba mengkritisi akan permasalahan IPO KS dikarenakan Kementerian BUMN menjual saham terlalu murah yakni Rp 850 per lembar saham.

"Saya masih ingat sewaktu itu Pak Menteri mengatakan bahwa harga tersebut ditetapkan dengan banyak pertimbangan dan mengusahakan agar nantinya juga mendapatkan investor yang berkualitas," tegasnya.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads