Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Direktur Utama CIMB Niaga, Catherine Hadiman dalam konferensi persnya di Ritz Carlton Pacific Place, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (02/12/2010).
"Dengan rencana subdebt sebesar Rp 500 miliar ditambah dengan hasil rights issue nantinya sebesar Rp 1,5 triliun maka diharapkan Rasio Kecukupan Modal (CAR) akan mencapai 14,5%," ujar Catherine.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CAR CIMB Niaga per September 2010 tercatat sebesar 12,5%, Catherine menjelaskan dengan adanya subdebt maka CAR akan bertambah 0,5% dan dari rights issue akan bertambah 1,5%.
"Sehingga kredit kita walaupun belum difinalisasi, tetapi kita yakin bisa tumbuh diatas 20%," tambah Catherine.
Lebih jauh Catherine mengungkapkan, untuk subdebt CIMB Niaga menawarkan bunga di kisaran 10,5-11%. "Bunga yang kita tawarkan di kisaran 10,5-11 persen. Nanti kita lihat respon dari pasar seperti apa, tapi yang jelas di kisaran itu," tuturnya.
Kisaran bunga tersebut, sambung Catherine berdasarkan pengalaman penerbitan Obligasi Subordinasi I yang telah dilakukan pada pertengahan tahun ini.
Seperti diketahui, surat utang ini memiliki jangka waktu 10 tahun dengan nilai Rp 500 miliar.
Ditempat yang sama Direktur Finance and Strategy Wan Razli mengatakan, rencana rights issue masih dalam proses dan masih menunggu RUPSLB di 15 Desember 2010.
"Tetapi direncanakan nanti setelah RUPS 15 Desember 2010 right issue sebesar Rp 1,5 triliun bisa segera dilaksanakan. Dan dananya bisa kita peroleh di Januari 2011," tuturnya.
Lebih lanjut Wan mengatakan, nantinya setiap pemegang saham yang mempunyai 17 lembar saham memiliki hak untuk membeli satu lembar saham dalam right issue tersebut. "Rasio PUT nantinya 17 : 1," katanya.
Wan mengatakan, saham yang ditawarkan nantinya, merepresentasikan sekitar 10% dari jumlah saham CIMB Niaga setelah saham baru diterbitkan.
(dru/ang)











































