Menurut Direktur Utama Stanley Atmaja, penjajakan terbitnya surat utang terus dilakukan. Rencananya obligasi terbaru ini untuk pemenuhan dana pembiayaan Rp 7-8 triliun tahun 2011.
"Kita akan menjajaki penerbitan obligasi sekitar Rp 3 triliun tapi itu belum pasti," ujar Stanley di Jakarta, Ranbu (2/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perseroan butuh tambahan dana untuk pembiayaan sebesar Rp 7 -8 triliun pada 2011. Kita akan mencari pendanaan bisa bilateral yang penting paling murah," ucap Direktur Keuangan AMDF I Dewa Made Susila.
Selain obligasi, Adira juga kemungkinan menerbitkan medium term notes (MTN). Kini perseroan masih menunggu regulasi yang akan dikeluarkan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), terkait aturan main MTN.
Sepanjang semester I-2010 raihan laba bersih perseroan mencapai Rp 710,617
miliar, atau tumbuh 21,59% dari tahun sebelumnya Rp 584,428 miliar. Dan sampai Desember Adira optimis target laba Rp 1,2 trilin akan tercapai, mengingat terjadi pertumbuhan industri motor dan mobil masing-masing 30% dan 50%.
(wep/ang)











































