Pemerintah mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah siap go public untuk segera melangsungkan penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) agar bisa lebih disiplin dan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.
Demikian dikatakan Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (2/12/2010).
"Kalau perusahaan yang sudah strategis, saya sangat recommend untuk IPO. Bukan masalah jumlah uang besar, tapi kita ingin perusahaan-perusahaan BUMN itu terutama untuk disiplin dan tata kelolanya betul-betul semakin baik," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kita ingin nilai perusahaan yang semakin membesar karena harga sahamnya sesuai denagn harga saham pasar, itu yg kita harapkan. Jadi CGC, peningkatan nilai perusahaan, bayar pajak, dan dividen. Itu pandangan kita," ujarnya.
Meski demikian, Agus meminta para perusahaan negara yang akan melangsungkan IPO bisa memilih waktu pelaksanaan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, timing itu sangat menentukan keberhasilan aksi korporasi jual saham tersebut.
"Selain timing juga kesiapan dari korporasinya juga. Artinya kita dukung," tambahnya.
Dengan demikian, ia juga meminta hal yang sama kepada PT Garuda Indonesia yang sebentar lagi akan melangsung IPO. Ia meminta, Garuda benar-benar mempersiapkan diri dan mematuhi semua aturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), layaknya semua perusahaan lain yang akan melantai di bursa. (ang/dnl)











































