Tampung Dana Asing, Pemerintah Bakal Gencar Jual Saham BUMN

Tampung Dana Asing, Pemerintah Bakal Gencar Jual Saham BUMN

- detikFinance
Sabtu, 04 Des 2010 12:34 WIB
Jakarta - Aliran dana asing yang sangat deras ke Indonesia sampai pertengahan tahun depan akan dimanfaatkan pemerintah untuk melepaskan saham BUMN ke pasar modal melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO).

Menteri BUMIN Mustafa Abubakar berharap rencana IPO BUMN tak akan terkendala tahun depan karena dana asing yang masuk bisa menjadi kesempatan BUMN menambah modalnya.

"Kita masih berharap IPO BUMN masih terus jalan. Kalau ada kendala, kesulitan, ada kelemahan kita ambil pelajaran dari yang sudah-sudah. Sebelumnya sudah 16 IPO BUMN berjalan dengan baik yang ke-17 (Krakatau Steel) kemarin ada masalah. Kita ambil pelajaran dari masalah tersebut sehingga ke depan tidak terganggu lagi," kata Mustafa di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat malam (3/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ke depan, Mustafa mengatakan akan meningkatkan komunikasinya dengan DPR soal rencana-rencana privatisasi BUMN sehingga masalah tak akan terjadi lagi seperti yang saat ini tengah dihadapi oleh Krakatau Steel (KS).

"Bank Mandiri dan Garuda mungkin itu yang kita manfaatkan untuk semester I-2011. Karena saat ini capital inflow (aliran dana asing) lagi bagus-bagusnya," ujar Mustafa.

Tahun depan pemerintah berencana untuk melakukan privatisasi 2 BUMN, yakni PT Bank Mandiri Tbk melalui mekanisme rights issue, dan IPO PT Garuda Indonesia.

Jadi di 2011, ujar Mustafa, akan ada 7-10 BUMN yang akan melakukan privatisasi lewat IPO. Jika kesemuanya disetujui oleh DPR.

"Kalau masuk pasar modal umumnya BUMN kita menunjukan kinerja jauh lebih baik. Oleh karena itu kita manfaatkan dan perjernihan dan pelurusan info ke masyarakat itu penting sekali. Sehingga tidak salah menilai sesuatu seakan-akan menilai menjual aset kepada asing itu tidak demikian," jelas Mustafa.

Namun Mustafa tak bisa memungkiri banyak pihak asing yang saat ini mengincar saham BUMN. Ini karena tingkat kepercayaan investor asing terhadap BUMN cukup tinggi saat ini.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads