Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 25 poin menyusul aksi beli selektif di saham-saham unggulan. Saham yang diburu kebanyakan berasal dari sektor industri komoditas, yaitu perkebunan dan pertambangan.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 9,951 poin (0,27%) ke level 3.706,211.Β Sentimen positif bursa regional dan global mendorong indeks kembali menembus level psikologis 3.700.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Senin (6/12/2010), IHSG naik 25,335 poin (0,68%) ke level 3.721,595. Sementara Indeks LQ 45 naik 3,948 poin (0,58%) ke level 674,812.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampir semua sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencetak penguatan, kecuali sektor industri macam-macam yang terkena koreksi tipis 0,18% akibat aksi profit taking.
Indeks terus menanjak sejak pembukaan perdagangan, terus bergerak di zona hijau tanpa memedulikan teritori negatif. Posisi terendah IHSG hari ini di level 3.696,729. Sementara posisi tertingginya di 3.728,967.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 65.582 kali pada volume 5,259 miliar lembar saham senilai Rp 3,096 triliun. Sebanyak 143 saham naik, 66 saham turun dan 75 saham stagnan.
Kekhawatiran pasar mengenai krisis ekonomi Eropa dan konflik saudara di semenanjung Korea sudah mulai pudar. Investor sudah mulai melihat risiko investasi yang berkurang akibat kedua sentimen negatif tersebut.
Kebanyakan bursa-bursa di Asia mencetak penguatan yang cukup signifikan siang hari ini. Bursa Jepang yang pagi tadi memerah pun kini mencetaki penguatan. Namun bursa Singapura sedikit terkoreksi tipis dan masuk ke teritori negatif.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 26,59 poin (0,94%) ke level 2.865,45.Β Β Β
- Indeks Hang Seng naik 422,93 poin (1,82%) ke level 23.637,39.Β Β Β
- Indeks Nikkei 225 naik 201,97 poin (2,06%) ke level 10.013,63.Β Β Β
- Indeks Straits Times turun tipis 0,34 poin (0,01%) ke level 3.211,76.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastika (DSSA) naik Rp 1.800 ke Rp 10.850, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.400 ke Rp 48.200, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.150 ke Rp 45.100, dan Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 850 ke Rp 26.250.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 2.000 ke Rp 95.000, Indospring (INDS) turun Rp 650 ke Rp 13.600, BNI (BBNI) turun RP 350 ke Rp 4.350, dan Inovisi (INVS) turun Rp 250 ke Rp 5.900.











































